Sesilius Kegou, Anak Muda Papua & Pena di Para-Para Kopi Kang Uwigou

Nabire – Pria kelahiran Yegeiyepa, Piyaiye, kabupaten Dogiyai Papua ini memiliki mimpi untuk mendirikan para-para kopi pribadinya di jalan Poros Wanggar, Nabire. Dengan adanya para-para tersebut, ia bisa melihat anak muda di Nabire bukan sekedar nongkrong tanpa manfaat, tapi bisa menghabiskan waktunya dengan belajar menulis dan berdiskusi.
Hal diatas ini dibenarkan oleh Sadai Yeimo. Dikatakan Sadai, Sesilius Kegou adalah salah satu anak muda yang berjiwa pengkader anak muda, suka diskusi, terutama pengkader dalam dunia jurnalistik.
“Saya kenal lama, Sesilius Kegou (penulis buku kumpulan cerpen Jejak darah) juga salah satu anak muda yang berjiwa pengkader. Ia bernekad dirikan tempat kursus menulis artikel, cerpen, puisi dan lain-lain di rumah pribadinya,” jelas Yeimo.
Secara terpisah, Sesilius Kegou juga menjelaskan, perkembangan anak muda dalam dunia menulis saat ini sangat minim dan hal itu tentu sangat disayangkan.
Lanjut Sesilius, jika generasi muda tidak menulis, maka seluruh sejarah dan peradaban Papua beserta segala persoalan yang ada di dalamnya bisa musnah tanpa tersurat.
“Anak muda harus menulis, tapi selain itu harus ada orang yang bisa koordinir mereka, setidaknya yang sudah berpengalaman. Satu jiwa pupuk untuk Papua. Maka saya sudah donasi secara pribadi buku-buku referensi saya sebanyak 100 buah lebih untuk rumah baca saya,”tutup Sesilius Kegou.
[Nabire.Net]





Jeri P Degei
Luar biasa
Mecky Tebai
Mantap.
Saran saya
Alangkah baiknya jika sang pewarta yang mewawancarai si toko dalam berita haruslah memiliki data yang rill, dan penggunaan bahasa yang tepat sebagai alat penunjang straight news yang baik.
Maaf🙏