Polres Nabire Imbau Warga Waspada, Pelaku Curanmor dan Jambret Sasar Wilayah Pinggiran
Nabire, 15 Juli 2026 – Polres Nabire mencatat adanya perubahan pola tindak kriminal di wilayah Kabupaten Nabire. Setelah intensitas patroli ditingkatkan di kawasan pusat kota, para pelaku kejahatan kini mulai memindahkan aksinya ke daerah pinggiran seperti Samabusa dan SP Nabire.
Perubahan pola tersebut menjadi perhatian serius jajaran Polres Nabire dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Untuk mengantisipasi meningkatnya aktivitas pelaku di wilayah-wilayah baru, Polres Nabire membentuk tiga tim pengawas yang ditempatkan di sejumlah titik yang dinilai rawan terjadi tindak kriminal.
Kapolres Nabire AKBP Samuel D. Tatiratu, S.I.K. mengatakan strategi tersebut dilakukan sebagai bentuk penyesuaian terhadap pergerakan para pelaku kejahatan yang terus berubah mengikuti kondisi di lapangan.
“Kami melihat adanya pergeseran lokasi aksi para pelaku. Setelah patroli di pusat kota diperketat, mereka mulai beroperasi di wilayah pinggiran seperti Samabusa dan SP Nabire. Karena itu kami melakukan penyesuaian pola pengamanan,” ujarnya saat konferensi pers pengungkapan kasus kejahatan 3C di halaman Mapolres Nabire, Rabu (15/7/2026).
Dalam pembagian tugas pengamanan, wilayah Siriwini hingga Kimi mendapat dukungan patroli dari Satpolair bersama KP3 Laut. Sementara kawasan pusat kota yang meliputi Hotel Adama, Putaran I, dan Putaran II menjadi fokus pengawasan tim patroli lainnya. Adapun wilayah Nabar berada di bawah pengamanan Polsek Nabar.
Kapolres menjelaskan pembagian wilayah tersebut bertujuan agar patroli dapat dilakukan secara lebih efektif sehingga potensi terjadinya tindak kriminal dapat ditekan.
Selain memperkuat patroli, Polres Nabire juga mengungkap adanya insiden yang dialami personelnya saat bertugas di wilayah Samabusa. Dalam kejadian tersebut, anggota kepolisian sempat dibuntuti oleh dua orang pelaku yang membawa senjata tajam.
Beruntung aksi tersebut dapat diantisipasi dengan cepat. Tim Resmob Polres Nabire kemudian melakukan pengejaran hingga akhirnya berhasil menangkap kedua pelaku di kawasan Kali Bobo.
Menurut Kapolres, kejadian tersebut menunjukkan bahwa pelaku kejahatan tidak segan melakukan tindakan yang dapat membahayakan keselamatan petugas maupun masyarakat.
“Kami akan terus meningkatkan patroli dan pengawasan di lokasi-lokasi yang dianggap rawan agar masyarakat merasa aman dalam menjalankan aktivitas sehari-hari,” tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kapolres juga menyoroti tingginya angka pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di Kabupaten Nabire. Berdasarkan hasil pengungkapan kasus yang dilakukan Polres Nabire, sebagian besar aksi curanmor terjadi karena adanya kelalaian pemilik kendaraan.
Ia mengungkapkan masih banyak masyarakat yang memarkir sepeda motor dengan kondisi kunci kontak masih tergantung sehingga memberikan kesempatan bagi pelaku untuk melakukan pencurian.
“Sebagian besar kasus curanmor terjadi karena pemilik kendaraan meninggalkan kunci kontak di sepeda motor saat diparkir. Hal ini sangat memudahkan pelaku untuk membawa kabur kendaraan,” jelasnya.
Selain kasus curanmor, tindak pidana pencurian dengan kekerasan atau jambret juga masih menjadi perhatian aparat kepolisian. Pelaku umumnya memilih korban yang melintas seorang diri pada jam-jam yang dianggap rawan.
Tidak hanya itu, masyarakat yang baru keluar dari pusat perbelanjaan maupun mesin ATM dengan membawa barang berharga secara terbuka juga dinilai menjadi sasaran empuk bagi pelaku kejahatan.
Melihat kondisi tersebut, Kapolres mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Ia meminta pemilik kendaraan selalu mencabut kunci kontak setiap kali memarkir sepeda motor, meskipun hanya ditinggalkan dalam waktu singkat.
Masyarakat juga diingatkan agar menyimpan barang berharga di tempat yang aman, tidak memperlihatkan uang tunai atau barang berharga secara mencolok di tempat umum, serta menghindari bepergian sendirian pada waktu-waktu yang dianggap rawan apabila tidak memiliki kepentingan mendesak.
Kapolres berharap upaya pencegahan yang dilakukan kepolisian dapat berjalan beriringan dengan meningkatnya kesadaran masyarakat dalam menjaga keamanan diri dan lingkungan.
Menurutnya, keberhasilan menekan angka kriminalitas tidak hanya bergantung pada patroli aparat kepolisian, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat dalam menerapkan langkah-langkah pencegahan serta segera melaporkan apabila menemukan aktivitas yang mencurigakan.
Polres Nabire memastikan akan terus mengevaluasi pola pengamanan sesuai perkembangan situasi di lapangan, termasuk memperkuat patroli di wilayah pinggiran yang kini menjadi sasaran baru para pelaku kejahatan. Dengan langkah tersebut, diharapkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Kabupaten Nabire tetap terjaga.
[Nabire.Net/Sitti Hawa]





Anak nabire
ijin pak Kapolres…..kl masyarakat atw korban bisa tangkap begal atw jambret kami bisa bacok kasi mati juga k?