INFO NABIRE
Home » Blog » USWIM Nabire Resmi Luncurkan SIAKAT SEVIMA, Mahasiswa Kini Bisa KRS dan KHS Secara Online

USWIM Nabire Resmi Luncurkan SIAKAT SEVIMA, Mahasiswa Kini Bisa KRS dan KHS Secara Online

(Rektor USWIM Nabire, Petrus Tekege, SH., MH)
(Rektor USWIM Nabire, Petrus Tekege, SH., MH)

Nabire, 15 Juli 2026 – Universitas Satya Wiyata Mandala (USWIM) Nabire resmi meluncurkan Sistem Informasi Akademik (SIAKAT) SEVIMA sebagai bagian dari transformasi digital dalam pelayanan akademik. Melalui sistem baru ini, mahasiswa dapat mengakses berbagai layanan akademik secara daring, mulai dari pengisian Kartu Rencana Studi (KRS), mengunduh Kartu Hasil Studi (KHS), hingga melakukan pembayaran uang kuliah melalui satu platform digital.

Peluncuran SIAKAT SEVIMA berlangsung bersamaan dengan perayaan satu tahun kepemimpinan Rektor USWIM Nabire serta peluncuran sejumlah Peraturan Rektor Tahun 2026 di Nabire, Rabu (15/7/2026).

Rektor USWIM Nabire, Petrus Tekege, SH., MH., mengatakan penerapan sistem digital merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pelayanan akademik sekaligus menjawab perkembangan teknologi di dunia pendidikan tinggi.

“Selama ini pelayanan kepada mahasiswa, dosen, dan staf dilakukan secara manual. Sekarang kita beralih menggunakan sistem digital. Bukan berarti sistem manual tidak memberikan manfaat, tetapi kita harus mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman yang terus berubah,” ujar Petrus Tekege.

Menurutnya, perguruan tinggi di daerah harus mampu mengikuti perkembangan layanan pendidikan tinggi nasional dengan memanfaatkan teknologi informasi agar pelayanan menjadi lebih cepat, efektif, dan transparan.

Mahasiswa Dapat Mengakses Layanan Akademik Secara Online

Melalui SIAKAT SEVIMA, mahasiswa tidak lagi harus datang ke kampus untuk mengurus berbagai administrasi akademik. Seluruh proses, mulai dari pengisian KRS, melihat nilai, mengunduh KHS hingga pembayaran biaya kuliah dapat dilakukan secara daring sesuai jadwal yang telah ditentukan.

Meski demikian, Rektor menegaskan bahwa setiap layanan tetap memiliki batas waktu yang wajib dipatuhi seluruh mahasiswa.

“Pengisian KRS ada waktunya. Kalau melewati batas waktu dan belum mengisi, mahasiswa akan dianggap cuti. Ini bagian dari upaya melatih mahasiswa agar lebih disiplin,” katanya.

Penerapan sistem digital tersebut diharapkan mampu membangun budaya tertib administrasi sekaligus meningkatkan kedisiplinan mahasiswa dalam mengikuti kalender akademik.

Pembayaran Kuliah Lebih Fleksibel bagi Mahasiswa Baru

USWIM Nabire juga memberikan kemudahan bagi mahasiswa semester satu dan dua melalui skema pembayaran uang kuliah secara bertahap atau cicilan dalam satu semester sesuai ketentuan universitas.

Kebijakan tersebut diberikan untuk membantu mahasiswa baru yang umumnya masih menghadapi penyesuaian biaya pendidikan.

Namun demikian, pihak universitas menegaskan seluruh pembayaran tetap harus diselesaikan sebelum batas waktu yang telah ditentukan. Apabila mahasiswa belum menyelesaikan administrasi hingga tenggat waktu berakhir, sistem secara otomatis akan mengunci status akademiknya.

“Kami ingin membangun budaya disiplin. Memang pada awal penerapan akan terasa sulit, tetapi semua harus menyesuaikan diri dengan perubahan,” jelas Petrus Tekege.

Sementara itu, mahasiswa semester tiga hingga semester akhir tidak lagi memperoleh fasilitas pembayaran secara bertahap. Menurut Rektor, kebijakan tersebut mempertimbangkan bahwa sebagian besar mahasiswa pada semester lanjutan telah memperoleh dukungan pembiayaan dari pemerintah daerah maupun sumber pendanaan lainnya.

Dosen Lebih Mudah Mengelola Perkuliahan

Tidak hanya memberikan kemudahan bagi mahasiswa, SIAKAT SEVIMA juga dirancang untuk mendukung pekerjaan dosen dalam mengelola proses pembelajaran.

Melalui sistem tersebut, dosen dapat mengunggah materi kuliah, memasukkan nilai secara langsung, serta menyelesaikan administrasi akademik tanpa harus datang ke masing-masing program studi.

Rektor menilai sistem digital juga akan meningkatkan transparansi dan objektivitas dalam proses penilaian mahasiswa.

“Tidak ada lagi anggapan bahwa nilai bisa diubah di program studi. Nilai langsung masuk melalui sistem sehingga mahasiswa harus benar-benar mengikuti kuliah, mengerjakan tugas, mengikuti ujian tengah semester maupun ujian akhir semester,” tegasnya.

Dengan mekanisme tersebut, seluruh proses akademik dapat terdokumentasi secara digital sehingga meminimalkan kesalahan administrasi sekaligus meningkatkan akuntabilitas pelayanan.

Perkuat Tata Kelola Akademik Melalui 10 Peraturan Rektor

Selain meluncurkan SIAKAT SEVIMA, USWIM Nabire juga memperkenalkan sepuluh Peraturan Rektor yang telah diterbitkan selama satu tahun kepemimpinan Petrus Tekege.

Regulasi tersebut menjadi landasan dalam penguatan tata kelola universitas, mulai dari pedoman pembentukan peraturan rektor, pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB), penyusunan Buku Akademik Tri Dharma, kode etik dosen dan tenaga kependidikan, pedoman perpindahan mahasiswa dan konversi nilai, hingga Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI).

Selain itu, universitas juga menetapkan regulasi mengenai penyelenggaraan Outcome-Based Education (OBE), Indikator Kinerja Utama (IKU), Peraturan Akademik, serta Rencana Strategis (Renstra) USWIM Nabire sebagai arah pengembangan institusi dalam beberapa tahun ke depan.

Keberadaan berbagai regulasi tersebut diharapkan mampu mendukung implementasi sistem akademik digital sekaligus meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan tinggi di lingkungan USWIM Nabire.

Dorong Budaya Akademik yang Modern

Peluncuran SIAKAT SEVIMA menjadi salah satu langkah penting USWIM Nabire dalam membangun tata kelola perguruan tinggi yang lebih modern, efisien, dan transparan. Digitalisasi layanan akademik diharapkan tidak hanya mempercepat proses administrasi, tetapi juga meningkatkan disiplin mahasiswa dan dosen dalam menjalankan aktivitas akademik.

Dengan dukungan sistem informasi terintegrasi serta regulasi internal yang terus diperkuat, USWIM Nabire optimistis mampu meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan tinggi sekaligus menyesuaikan diri dengan tuntutan transformasi digital di era modern.

[Nabire.Net/Musa Boma]

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.