INFO NABIRE
Home » Blog » Editorial : Apakah Hasil Tes CPNS Nabire Formasi 2018 Sudah Akomodir 80% OAP ?

Editorial : Apakah Hasil Tes CPNS Nabire Formasi 2018 Sudah Akomodir 80% OAP ?

Nabire – Pemerintah kabupaten Nabire telah mengumumkan hasil tes CPNS Formasi tahun 2018, hari ini, Jumat (21/08). Sebanyak 500 nama berhasil mengisi sejumlah posisi yang dibuka, baik kategori umum, pendidikan, kesehatan maupun SLTA/sederajat.

Namun, dari 500 nama yang diumumkan tersebut, berdasarkan hasil penelusuran Nabire.Net, nama Orang Asli Papua tidak mencapai 80% sesuai kuota yang ditetapkan yaitu 80% untuk OAP dan sisanya untuk Non OAP, jika kriteria OAP yang dimaksud merujuk pada UU Otsus Nomor 21 tahun 2001.

(Baca Juga : Inilah Hasil Tes CPNS Kabupaten Nabire Formasi Tahun 2018)

Sesuai hasil pengecekan daftar nama-nama yang lulus, Nabire.Net hanya menemukan tidak kurang dari 250 nama yang memiliki marga/fam yang identik dengan marga/fam asli Papua (OAP).

Artinya jika hal tersebut benar demikian maka kuota untuk Orang Asli Papua  hanyalah 50%, dari ketentuan 80% untuk Orang Asli Papua (OAP).

Bupati Nabire sendiri telah menegaskan bahwa hasil kelulusan murni dari pusat dan sesuai kuota 80% OAP dan 20% Non OAP. (Baca keterangan Bupati disini)

Pertanyaannya, kriteria OAP seperti apa yang diakomodir pada hasil tes CPNS Kabupaten Nabire Formasi tahun 2018 ?

Apakah sesuai dengan Pasal 1 Ketentuan Umum huruf t, UU Otsus Nomor 21/2001, yang berbunyi “Orang Asli Papua adalah orang yang berasal dari rumpun ras Melanesia yang terdiri dari suku-suku asli di Provinsi Papua dan/atau orang yang diterima dan diakui sebagai orang asli Papua oleh Masyarakat Adat Papua ?

Ataukah OAP yang dimaksud adalah OAP yang secara geografis bertempat tinggal di Papua untuk waktu yang cukup lama, kemudian sudah berbakti di Papua untuk waktu yang cukup lama ?

Bupati Nabire, Isaias Douw pada pertengahan Agustus 2020 lalu menegaskan bahwa penyebab lambatnya pengumuman tes CPNS formasi 2018 untuk kabupaten Nabire karena kuota yang terjadi pada tes online perbandingannya 70:30 bukan 80:20 sesuai ketentuan, oleh karena itu, dirinya memperjuangkan terpenuhinya kuota 80:20 ke Kemenpan-RB, sehingga pengumuman CPNS mengalami keterlambatan. (Baca keterangan Bupati disini)

Namun merujuk pada hasil tes CPNS kabupaten Nabire formasi 2018 yang diumumkan hari ini, apakah Bupati Nabire sudah memperjuangkan kuota 80: 20 tersebut ?

[Nabire.Net]


Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

  • Tiwi
    22 Agustus, 2020 07:17 pada 07:17

    Kam stop tipu2 sdh…makin jijik deng km pu kelakuan busuk

  • Andry Belinda
    21 Agustus, 2020 23:49 pada 23:49

    Kami yang asli OAP dgn nilai su d atas ambang batas saja trada nama mo…. Nama org yg bkn OAP kok bisa masuk d formasi OAP?
    KERJA YG JUJUR SAJA K…

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.