INFO NABIRE
Home » Blog » 27 Dokter Spesialis Perkuat RSUD Nabire, Pasien Didorong Tak Perlu Dirujuk Keluar Daerah

27 Dokter Spesialis Perkuat RSUD Nabire, Pasien Didorong Tak Perlu Dirujuk Keluar Daerah

(Direktur RSUD Nabire, Sukatemin, S.Kep., Ns., M.Kep)
(Direktur RSUD Nabire, Sukatemin, S.Kep., Ns., M.Kep)

Nabire, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nabire terus melakukan pembenahan untuk memperluas layanan kesehatan spesialistik bagi masyarakat di Papua Tengah. Penguatan tersebut diarahkan agar semakin banyak penyakit yang dapat ditangani di Nabire tanpa pasien harus menjalani perawatan ke luar daerah.

Direktur RSUD Nabire, Sukatemin, S.Kep., Ns., M.Kep., mengatakan rumah sakit saat ini masih mendorong pemenuhan sejumlah layanan yang menjadi bagian dari pengembangan spesialisasi kanker, jantung, saraf dan urologi.

Sebagian layanan dalam program tersebut telah tersedia. Namun, beberapa bidang masih membutuhkan penguatan, khususnya pelayanan jantung dan urologi serta bedah saraf.

“Yang belum itu yang jantung, urologi. Kami sedang berusaha ke kementerian untuk meminta,” kata Sukatemin.

Penguatan Layanan Tak Bisa Instan

Menurut Sukatemin, penambahan layanan spesialistik membutuhkan persiapan yang cukup panjang. Rumah sakit harus terlebih dahulu memastikan fasilitas, peralatan serta sarana pendukung tersedia sebelum layanan dapat dikembangkan lebih jauh.

RSUD Nabire merupakan rumah sakit milik pemerintah daerah yang menerapkan pola pengelolaan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Karena itu, pengembangan rumah sakit terus dikoordinasikan dengan pemerintah daerah, baik Pemerintah Kabupaten Nabire maupun Pemerintah Provinsi Papua Tengah.

Dukungan pemerintah provinsi disebut telah membantu meningkatkan kapasitas pelayanan rumah sakit. Sejumlah layanan yang sebelumnya membuat pasien harus mendapatkan rujukan ke luar wilayah kini sudah mulai dapat dilakukan di Nabire.

Puluhan Dokter Spesialis Tersedia

Dari sisi sumber daya manusia, RSUD Nabire kini memiliki sekitar 27 dokter spesialis dan 28 dokter umum. Rumah sakit masih membuka ruang untuk penambahan tenaga medis guna memenuhi kebutuhan pelayanan yang terus berkembang.

Selain tenaga medis tersebut, terdapat sekitar 224 pegawai BLUD yang pembiayaannya bersumber dari pendapatan BLUD. Menurut pihak rumah sakit, keberadaan tenaga tersebut berperan penting dalam mendukung operasional pelayanan sehari-hari.

Meski demikian, kebutuhan tenaga kesehatan masih menjadi salah satu tantangan. Salah satu posisi yang masih diperlukan adalah dokter spesialis bedah onkologi.

“Kami masih kurang dokter spesialis bedah onkologi. Kasus-kasus kanker sudah bisa ditangani di Nabire,” ujarnya.

Kurangi Ketergantungan Rujukan Keluar Daerah

Pengembangan layanan spesialistik dinilai penting mengingat RSUD Nabire menjadi salah satu fasilitas kesehatan rujukan bagi masyarakat di Nabire dan wilayah sekitarnya.

Semakin lengkap layanan yang tersedia, masyarakat diharapkan dapat memperoleh pemeriksaan maupun penanganan medis tertentu dengan jarak yang lebih dekat. Kondisi ini juga berpotensi mengurangi beban pasien dan keluarga yang harus melakukan perjalanan keluar daerah untuk mendapatkan layanan kesehatan.

Ke depan, RSUD Nabire akan terus mendorong peningkatan fasilitas, pemenuhan tenaga kesehatan dan pengembangan layanan spesialistik. Target akhirnya adalah memperkuat kapasitas rumah sakit sehingga masyarakat Papua Tengah, khususnya Nabire dan daerah sekitar, memiliki lebih banyak pilihan layanan kesehatan di dalam daerah sendiri.

[Nabire.Net/Sitti Hawa]

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.