Warga Nabire Keluhkan Pembangunan Fisik & Penyerapan Anggaran Yang Minim
(Jembatan Bumi Wonorejo Nabire)
Walaupun merupakan daerah sentral di wilayah Pegunungan Tengah, namun pembangunan dan perputaran uang di kabupaten Nabire belum nampak dan sangat lamban dirasakan warga masyarakat yang ada di daerah ini. Akibat hal tersebut, warga kecil adalah warga yang merasakan imbasnya.
Salah seorang pegawai negeri di lingkungan pemerintah kabupaten Nabire yang tidak mau disebutkan namanya menuturkan, sebagai seorang warga negara yang aktif dan peduli terhadap pemerataan pembangunan, kita seharusnya mempertanyakan kemana larinya dana yang seharusnya digunakan untuk pembangunan infrastruktur baik itu sarana maupun prasarana.
Menurutnya, saat ini nampak jelas tidak ada akvitas pembangunan fisik dalam kota Nabire, justru banyak infrastruktur yang rusak dan belum diperhatikan oleh pemerintah. Tentu hal ini jauh dari apa yang diharapkan masyarakat di daerah ini.
Dirinya juga mengatakan, ada banyak SKPD yang nihil kegiatan. Walaupun uang APBD sebesar 1 Trilyun sudah keluar, namun entah lari kemana penyerapan uang APBD tersebut akibat penyerapan anggaran yang minim. Dirinya berasumsi anggaran tersebut lebih banyak diserap untuk biaya perjalanan dinas (SPPD). Padahal menurutnya saat ini penyelenggaraan pemerintah sudah masuk Triwulan ketiga.
Berbagai permasalahan anggaran yang semestinya bisa segera dibelanjakan, perlu dilakukan segera, sehingga anggaran yang memang dari rakyat itu langsung dirasakan oleh semua pihak.
Oleh karena itu sebagai warga Nabire yang peduli akan pembangunan di daerah ini, dirinya berharap Pemerintah kabupaten Nabire bisa serius menggerakan roda pembangunan di daerah ini. Pemerintah adalah pelayan masyarakat, jika amanah yang diemban pemerintah tidak dijalankan dengan penuh tanggung jawab, maka hal tersebut akan dipertanggungjawabkan di akhirat.






Tinggalkan Komentar