Sekda Nabire Sidak Puskesmas Siriwini, Temukan Fakta Berbeda dari Laporan
Nabire, Pemerintah Kabupaten Nabire terus memperkuat pengawasan terhadap pelayanan publik, terutama di sektor kesehatan yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat. Komitmen tersebut ditunjukkan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Nabire, Yulianus Passang, dengan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Puskesmas Siriwini pada Rabu (22/7/2026).
Kunjungan tersebut tidak hanya bertujuan mengecek kesiapan fasilitas kesehatan, tetapi juga memastikan pelayanan kepada masyarakat benar-benar berjalan sesuai harapan pemerintah daerah. Dalam sidak itu, Yulianus meninjau langsung setiap ruangan pelayanan sekaligus berdialog dengan tenaga kesehatan guna mengevaluasi kualitas layanan yang diberikan kepada pasien.
Sidak untuk Memastikan Kondisi Lapangan
Yulianus menjelaskan bahwa sidak merupakan bagian dari pengawasan langsung terhadap seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), termasuk puskesmas, sekolah, distrik, hingga badan dan dinas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Nabire.
Menurutnya, pemimpin daerah tidak boleh hanya mengandalkan laporan administrasi karena kondisi di lapangan sering kali berbeda dengan informasi yang diterima.

“Sebagai atasan di lingkup Pemerintah Kabupaten Nabire, saya harus memantau langsung dinas, badan, distrik, puskesmas hingga sekolah. Kalau hanya mendengar laporan atau teori, belum tentu sama dengan kondisi di lapangan,” katanya saat dihubungi melalui telepon, Rabu (22/7/2026).
Hasil pemantauan yang dilakukan menunjukkan masih terdapat sejumlah perbedaan antara laporan yang diterima pemerintah dengan realitas pelayanan di lapangan. Karena itu, ia menilai monitoring secara langsung harus terus dilakukan agar pemerintah memperoleh gambaran yang objektif sebelum mengambil langkah evaluasi.
Evaluasi Bersama Seluruh Tenaga Kesehatan
Setelah melakukan peninjauan, Sekda Nabire menggelar rapat evaluasi bersama Kepala Puskesmas Siriwini, dokter, perawat, bidan, dan seluruh tenaga kesehatan.
Dalam pertemuan tersebut, ia mengingatkan bahwa keberhasilan pelayanan kesehatan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan medis maupun kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP). Sikap petugas ketika menyambut pasien juga memiliki peran besar dalam membangun kepercayaan masyarakat.
“Begitu masyarakat datang ke puskesmas, yang pertama mereka butuhkan adalah sapaan, ucapan yang baik, dan senyuman. Setelah itu baru pelayanan medis. Pelayanan sosial ini sangat penting agar masyarakat merasa dihargai dan dilayani dengan baik,” ujarnya.
Menurut Yulianus, pelayanan yang sesuai SOP belum tentu memberikan kepuasan apabila tenaga kesehatan tidak menghadirkan pendekatan yang ramah, penuh empati, dan menghargai setiap pasien yang datang berobat.
Pelayanan Humanis Jadi Prioritas
Dalam arahannya, Yulianus meminta seluruh tenaga kesehatan memberikan pelayanan dengan penuh sukacita dan hati nurani. Ia menilai pendekatan humanis merupakan salah satu faktor penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik di sektor kesehatan.
Pelayanan yang ramah diyakini mampu menciptakan rasa nyaman bagi pasien sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap fasilitas kesehatan milik pemerintah.
Karena itu, ia berharap setiap tenaga medis tidak hanya berfokus pada aspek teknis pengobatan, tetapi juga membangun komunikasi yang baik dengan pasien sejak pertama kali mereka datang ke puskesmas.
Puskesmas Siriwini Dinilai Memiliki Pelayanan Baik
Dalam kesempatan tersebut, Yulianus mengungkapkan bahwa berdasarkan berbagai informasi yang diterimanya, Puskesmas Siriwini selama ini telah memperoleh penilaian positif dari masyarakat.
Bahkan, banyak warga dari wilayah Karang Mulia maupun Kalibobo memilih mendapatkan pelayanan kesehatan di Puskesmas Siriwini karena kualitas pelayanannya dinilai cukup baik.
“Banyak warga dari Karang Mulia dan Kalibobo memilih berobat ke Puskesmas Siriwini karena pelayanannya sudah cukup bagus. Walaupun begitu, kualitas pelayanan tetap harus terus ditingkatkan agar semakin prima,” katanya.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa capaian tersebut tidak boleh membuat tenaga kesehatan cepat berpuas diri. Peningkatan mutu pelayanan harus menjadi budaya kerja agar masyarakat terus merasakan manfaat pelayanan kesehatan pemerintah.
Monitoring Dilakukan Secara Berkala
Yulianus memastikan Pemerintah Kabupaten Nabire akan terus melakukan pengawasan terhadap seluruh OPD secara rutin.
Monitoring tidak hanya dilakukan melalui apel maupun evaluasi administratif, tetapi juga melalui inspeksi langsung ke kantor-kantor pemerintahan dan fasilitas pelayanan publik.
Menurutnya, sidak dapat dilakukan kapan saja, baik pagi, siang, maupun malam hari. Bahkan rumah sakit juga akan menjadi bagian dari pengawasan apabila diperlukan.
“Pelayanan kesehatan dan pendidikan harus benar-benar menjadi perhatian karena kedua sektor ini menyangkut kebutuhan dasar masyarakat. Kami akan terus melakukan evaluasi dari minggu ke minggu,” ujarnya.
Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan disiplin aparatur sekaligus memastikan seluruh layanan publik berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan pemerintah.
Masyarakat dan Media Diajak Ikut Mengawal Pelayanan
Selain memperkuat pengawasan internal, Sekda Nabire juga mengajak masyarakat dan media massa berperan aktif mengawal peningkatan kualitas pelayanan publik.
Ia berharap setiap kritik maupun keluhan yang muncul disampaikan secara objektif berdasarkan fakta sehingga dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah.
Menurutnya, setiap persoalan pelayanan perlu dianalisis secara menyeluruh, apakah memang terjadi pelanggaran terhadap SOP atau hanya memerlukan perbaikan dalam pendekatan pelayanan kepada masyarakat.
“Peran media sangat kami harapkan untuk membantu pemerintah daerah. Jika ada persoalan pelayanan, mari kita lihat bersama apakah memang tidak sesuai SOP atau hanya pendekatan pelayanannya yang perlu diperbaiki. Pemerintah akan terus melakukan evaluasi agar pelayanan kepada masyarakat semakin baik,” katanya.
Dengan pengawasan yang konsisten, evaluasi berkala, serta dukungan masyarakat dan media, Pemerintah Kabupaten Nabire berharap kualitas pelayanan kesehatan terus meningkat. Pendekatan yang profesional, ramah, dan berorientasi pada kebutuhan pasien diharapkan mampu memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap fasilitas kesehatan pemerintah sekaligus mewujudkan pelayanan publik yang semakin berkualitas.
[Nabire.Net/Sitti Hawa]





Tinggalkan Komentar