Sekda Nabire Tegaskan Penanganan Pasien Meninggal Usai Operasi di RSUD Sudah Sesuai Prosedur, Bayi Tidak Meninggal
Nabire, 13 Juli 2026 – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Nabire, Yulianus Pasang, menegaskan bahwa penanganan terhadap seorang pasien yang meninggal dunia usai menjalani operasi di RSUD Nabire telah dilakukan sesuai prosedur medis. Penegasan itu disampaikan setelah Pemerintah Kabupaten Nabire menggelar rapat evaluasi bersama manajemen RSUD Nabire dan seluruh tenaga kesehatan yang terlibat dalam penanganan pasien, Senin (13/7/2026).
Rapat yang dipimpin langsung oleh Sekda di ruang kerjanya tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut atas berbagai informasi yang beredar di masyarakat dan media sosial terkait dugaan keterlambatan pelayanan medis terhadap pasien.
Dalam keterangannya, Yulianus mengatakan pemerintah daerah telah meminta penjelasan secara menyeluruh dari dokter, bidan, perawat, hingga tenaga kesehatan lainnya yang menangani pasien sejak awal masuk rumah sakit hingga proses perawatan selesai.
Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, menurutnya, tidak ditemukan adanya pelanggaran prosedur ataupun kelalaian tenaga medis dalam memberikan pelayanan.

“Setelah dilakukan operasi, akhirnya pasien meninggal dunia. Kita semua tentu berduka, tetapi berdasarkan hasil rapat bersama seluruh tenaga medis, mulai dari ruang kebidanan, ruang operasi hingga ruang perawatan, tidak ditemukan adanya kesalahan prosedur dalam pelayanan,” ujar Yulianus.
Ia menjelaskan, pasien sebelumnya telah menjalani pemeriksaan kehamilan dan dari hasil pemeriksaan tersebut dokter telah menjadwalkan tindakan operasi pada Juni 2026. Jadwal operasi diberikan karena kondisi kandungan dinilai memiliki risiko sehingga memerlukan penanganan medis lebih cepat.
Namun, pasien tidak datang sesuai jadwal yang telah ditentukan. Ketika akhirnya kembali ke RSUD Nabire, kondisi kehamilan sudah mengalami penurunan yang cukup serius.
Menurut hasil penjelasan tenaga medis dalam rapat evaluasi, saat pasien datang kembali, ketuban telah pecah dan cairan ketuban sudah habis sehingga operasi harus segera dilakukan sebagai langkah penyelamatan.
Tim medis kemudian melakukan operasi sesuai indikasi medis. Meski seluruh tindakan telah dilaksanakan sesuai standar pelayanan, pasien akhirnya meninggal dunia setelah operasi.
Atas kejadian tersebut, Pemerintah Kabupaten Nabire menyampaikan belasungkawa kepada keluarga sekaligus memastikan evaluasi internal tetap dilakukan agar pelayanan kesehatan terus ditingkatkan.
Yulianus menegaskan bahwa seluruh tahapan pelayanan yang diberikan kepada pasien telah mengikuti standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku di rumah sakit.
Karena itu, ia mengimbau masyarakat agar tidak terburu-buru menyimpulkan adanya kelalaian tenaga kesehatan hanya berdasarkan informasi yang beredar di media sosial ataupun dari satu sumber.
Menurutnya, setiap informasi yang berkembang harus dikonfirmasi kepada seluruh pihak yang berkaitan agar masyarakat memperoleh gambaran yang utuh mengenai peristiwa yang sebenarnya.

“Kalau ada masyarakat yang menyampaikan pelayanan tidak baik, tentu harus dikonfirmasi juga ke pihak rumah sakit. Jangan hanya mendengar satu pihak, sehingga berita yang disampaikan benar-benar berdasarkan fakta,” tegasnya.
Belakangan ini, beredar berbagai unggahan di media sosial yang menyebut pasien terlantar dan tidak memperoleh pelayanan medis secara tepat waktu. Informasi tersebut kemudian memicu beragam tanggapan dari masyarakat.
Namun berdasarkan hasil rapat evaluasi yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Nabire bersama manajemen RSUD Nabire, informasi tersebut dinilai tidak sesuai dengan fakta yang diperoleh dari hasil penelusuran internal.
Selain membahas kronologi penanganan pasien, rapat evaluasi juga membahas kondisi bayi yang dilahirkan melalui operasi tersebut.
Sekda meluruskan informasi yang sebelumnya menyebut bayi ikut meninggal dunia. Ia memastikan informasi tersebut tidak benar.
Berdasarkan laporan yang diterimanya dari tim medis, bayi dalam kondisi hidup dan hingga kini masih menjalani perawatan intensif di RSUD Nabire.
“Tadi disampaikan dalam rapat bahwa bayinya masih hidup dan masih dirawat di rumah sakit. Karena itu saya sudah titip pesan agar bayi tersebut benar-benar mendapatkan pelayanan terbaik sehingga dapat terus bertahan dan tumbuh dengan baik,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Nabire juga meminta seluruh tenaga kesehatan memberikan perhatian maksimal terhadap proses perawatan bayi hingga kondisinya dinyatakan stabil.
Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memastikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap berjalan secara optimal, khususnya terhadap pasien yang membutuhkan penanganan intensif.
Kasus ini juga menjadi perhatian pemerintah daerah karena menyangkut pelayanan publik di sektor kesehatan. Evaluasi internal dilakukan tidak hanya untuk mengetahui kronologi kejadian, tetapi juga sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan rumah sakit apabila ditemukan aspek yang masih perlu diperbaiki.
Pemerintah berharap masyarakat tetap mengedepankan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan dan tidak mudah mempercayai kabar yang belum terverifikasi. Penyampaian informasi yang akurat dinilai penting agar tidak menimbulkan kesalahpahaman maupun keresahan di tengah masyarakat.
Di akhir keterangannya, Yulianus kembali menyampaikan rasa belasungkawa atas meninggalnya pasien dan berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dalam menghadapi musibah tersebut.
“Saya turut berdukacita yang mendalam atas meninggalnya almarhumah. Semoga diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta keikhlasan menghadapi musibah ini,” tutupnya.
Sebelumnya diberitakan, seorang ibu hamil bersama bayi yang dikandungnya di RSUD Nabire (redaksi: bayi tidak meninggal) menjadi perhatian masyarakat Kabupaten Nabire. Peristiwa yang terjadi pada Jumat (10/7/2026) itu memunculkan berbagai pertanyaan terkait penanganan medis yang diterima pasien, sehingga pihak keluarga meminta rumah sakit memberikan klarifikasi secara terbuka.
Korban diketahui bernama Oktopina Obaipa. Berdasarkan informasi yang diperoleh Nabire.Net, almarhumah meninggal dunia setelah menjalani tindakan operasi di RSUD Nabire.
[Nabire.Net]





Tinggalkan Komentar