Bupati Mesak Magai Genjot Pembenahan Data Penduduk Nabire, Jemput Bola Dukcapil Resmi Dimulai
Nabire, Pemerintah Kabupaten Nabire mulai mempercepat pembenahan administrasi kependudukan melalui program Jemput Bola (Jebol) pelayanan administrasi kependudukan. Bupati Nabire Mesak Magai membuka langsung kegiatan tersebut di Balai Wanggar Sari, Rabu (22/7/2026), sebagai langkah meningkatkan kepemilikan dokumen resmi masyarakat sekaligus memperkuat akurasi data penduduk.
Program ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan pelayanan yang lebih dekat kepada masyarakat, terutama setelah terbentuknya Provinsi Papua Tengah.
Mesak Magai menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya mengejar penerbitan dokumen kependudukan, tetapi juga membangun basis data yang benar-benar sesuai dengan kondisi riil masyarakat.
“Ini menjadi tugas dan tanggung jawab besar pemerintah untuk mendata kembali seluruh penduduk di Kabupaten Nabire dan Provinsi Papua Tengah,” kata Mesak Magai.
Menurutnya, data kependudukan memiliki peran penting dalam hampir seluruh pelayanan pemerintah. Keakuratan data menentukan penyaluran bantuan sosial, pelayanan pendidikan, kesehatan, hingga penyusunan daftar pemilih tetap (DPT).
Karena itu, Pemerintah Kabupaten Nabire menempatkan pembenahan administrasi kependudukan sebagai salah satu prioritas pembangunan daerah.
Mesak menjelaskan, perubahan status Papua Tengah sebagai provinsi definitif sejak 2022 membuat pemerintah harus menyesuaikan seluruh dokumen kependudukan masyarakat. Penyesuaian tersebut meliputi kartu tanda penduduk (KTP), kartu keluarga, akta kelahiran, serta dokumen administrasi lainnya agar mencantumkan identitas Provinsi Papua Tengah.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri yang terus mendukung penyediaan blangko KTP.
Dukungan tersebut memungkinkan pemerintah daerah mempercepat penggantian identitas lama menjadi identitas baru sesuai wilayah administrasi Papua Tengah.
Program Jemput Bola juga diharapkan mampu menjangkau masyarakat yang selama ini mengalami kesulitan mengakses layanan Dukcapil karena keterbatasan jarak maupun transportasi.
Melalui pelayanan langsung ke wilayah-wilayah tertentu, masyarakat tidak perlu lagi datang ke kantor Dukcapil untuk mengurus dokumen dasar kependudukan.
Selain mempercepat pelayanan, pemerintah juga ingin memastikan seluruh warga memiliki dokumen resmi sehingga hak-hak administrasi mereka terlindungi.
Langkah tersebut sekaligus mendukung peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan berbasis data yang akurat.
Sebagai provinsi baru, Papua Tengah memang menghadapi tantangan dalam menyelaraskan berbagai data administrasi penduduk yang sebelumnya masih menggunakan identitas Provinsi Papua.
Karena itu, pemerintah pusat bersama pemerintah daerah terus mempercepat proses penyesuaian dokumen kependudukan di seluruh kabupaten.
Sebelumnya, Pemkab Nabire juga memperoleh sekitar 57 ribu blangko KTP dari Ditjen Dukcapil yang difasilitasi Anggota DPR RI Komarudin Watubun.
Blangko tersebut dikirim ke Nabire, termasuk melalui jalur laut, agar proses penggantian KTP masyarakat dapat berlangsung lebih cepat.

Ke depan, Pemerintah Kabupaten Nabire akan terus memperluas pelayanan Jemput Bola ke berbagai wilayah agar semakin banyak masyarakat memperoleh dokumen kependudukan secara mudah, cepat, dan gratis.
[Nabire.Net/Sitti Hawa]





Tinggalkan Komentar