Tenaga Honorer Di Dogiyai & Deiyai Protes Hasil Seleksi CPNS Formasi 2013
(Demo Tenaga Honorer di Deiyai/Dok.Jubi)
Hasil seleksi calon pegawai negeri sipil daerah (CPNSD) formasi 2013 dikabupaten Dogiyai telah diumumkan atau ditempelkan sekitar pukul 13.00 wit minggu kemarin (10/08/2014). Namun hasil seleksi tersebut banyak mendapat sorotan dari para tenaga honorer yang telah lama mengabdi di Dogiyai namun tidak lulus pada seleksi CPNSD formasi 2013 tersebut.
Tenaga honorer yang tidak lolos tersebut menuding pemerintah kabupaten Dogiyai tidak mengedepankan database honorer pada seleksi CPNSD formasi 2013 tetapi lebih mementingkan hal-hal non teknis lainnya.
Padahal banyak tenaga honorer yang sudah mengabdi bertahun-tahun di lingkungan pemerintahan kabupaten Dogiyai terutama guru-guru honorer ini. Padahal masyarakat sangat membutuhkan tenaga-tenaga pendidik dan tenaga medis tapi pemerintah tak mau memusingkan dengan kedua tenaga itu.
Selain itu, para tenaga honorer menilai pemerintah kabupaten Dogiyai juga tidak menjalankan dengan baik proses regenerasi generasi penerus di Dogiyai yang sudah disekolahkan keluar daerah tetapi saat ingin mengabdi di kampung sendiri tidak diperhatikan.
Selain di Dogiyai, Puluhan pegawai honorer di Sekertariat Daerah (Setda) Kabupaten Deiyai bersama pegawai honorer Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Deiyai berunjuk rasa di depan sejumlah kantor di pemerintah daerah Kabupaten Deiyai, terutama Kantor BKD dan ruangan Asisten III Kabupaten Deiyai, seperti dilansir oleh TabloidJubi.
Koordinator aksi unjuk rasa Ruben Mote menuturkan, berdasarkan isu yang berkembang, honorer yang sudah lama mengabdi di lingkungan Setda Kabupaten Deiyai tidak ada dalam daftar nama calon pegawai negeri sipil (CPNS), maka dirinya mengancam akan memalang Kantor Bupati Deiyai dan Kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Deiyai.
“Isu ini sudah terbongkar sejak lama di masyarakat. Apabila isu benar-benar terjadi, maka para honorer akan bertindak sesuai prosedur yang ada. Tetapi, lebih secara kerasnya akan palang Kantor Bupati Deiyai dan Kantor BKD,” kata lelaki jebolan Kampus STISIPOL Jayapura, di halaman Kantor Bupati Deiyai, Selasa (12/8).
Ruben meminta agar pihak pemerintah daerah harus memberikan informasi pengangkatan data honorer, harus jelas dan berdasarkan honorer yang ada di kantor-kantor, maupun dinas yang ada di pemerintah daerah. Sebab pihaknya mendapat informasi data honorer yang diangkat adalah mereka non putra daerah. Sehingga pihaknya berharap hal itu jangan terjadi.
“Sebab pegawai honorer orang asli Deiyai sangat banyak di dinas-dinas maupun kantor yang ada di Deiyai. Apalagi Setda Kabupaten Deiyai yang jumlah pegawai honorernya melewati lima puluhan,” kata Ruben, yang juga sebagai Sekertaris KNPI Kabupaten Deiyai ini.
Salah satu pegawai honorer, Yanuarius Pekei memaparkan jika jumlah pegawai honorer yang bertugas di Setda Kabupaten Deiyai mencapai puluhan orang, salah satunya dirinya yang sudah enam tahun mengabdi sebagai pegawai honorer di Kantor Setda Deiyai.
“Setiap kali testing, nasib kami tidak pernah diperhatikan. Malah sekarang, rambut putih sudah bertumbuh. Kami malah bingung, nasib kami mengaduh kemana?” kata Yanuarius di ruangan Bagian Umum Setda Kabuaten Deiyai.
Berdasarkan data yang dihimpun para mengunjuk rasa mengklaim bahwa dalam peneriman CPNS formasi 2013 maupun kategori honorer, banyak ‘permainan’ oleh orang-orang tertentu.
“Jika pegawai honorer tak diangkat, maka Bupati Deiyai akan mediasi untuk membahas persoalan ini dan kami akan hadirkan mantan bupati carateker, Basilius Badii, mantan Sekda Warsono, Kepala BKD lama Frederik Awarawi dan Kepala BKD baru Elimerek Edowai,” tandas Yanuarius.
Asisten III Setda Kabupaten Deiyai, Frederik Awarawi tak memberikan komentar apapun dihadapan pegawai honorer. Mantan Kepala BKD Kabupaten Deiyai ini, hanya diam dan memperhatikan kegiatan ujuk rasa itu.



Andreas iyai
Andreas iyai
Andreas1@gmail.com
085290975909
honorer distrik Mapia barat
yegoukotu dogiyai
Chandra chand
Iya aku juga honor dikabupaten dogiyai dri pertama pemekaran sampai 5 tahun tidak tembus”…. kemarin tes databes aku tidak tembus…..yg ikut databes tidak sesuai dgn data yg honor…..malah yg tidak honor dimasukkn databes dan akhirnya tembus……banyak permainan didatabes dan tes umum…….tlong pemerintah perhatikn yg honor dulu…