INFO PAPUA
Home » Blog » Sehari Pasca Ricuh Deiyai, Warga Pilih Mengungsi

Sehari Pasca Ricuh Deiyai, Warga Pilih Mengungsi

(Kabupaten Deiyai Papua)

Deiyai – Pasca aksi ricuh yang terjadi di kabupaten Deiyai, Papua, rabu (28/08), situasi di kabupaten Deiyai kamis (29/08) berangsur-angsur kondusif. Namun situasi Waghete ibukota kabupaten Deiyai masih sepi aktivitas, karena warga, khususnya warga pendatang, masih takut akibat aksi ricuh sebelumnya.

Warga yang sejak kemarin mengungsi ke Koramil 1705-03/Waghete memilih untuk tetap berada di tempat pengungsian hingga situasi benar-benar kondusif. Bahkan warga berkeinginan untuk mengungsi ke kabupaten Nabire.

Informasi yang diterima Nabire.Net kamis pagi (29/09) dari salah seorang warga yang tak ingin ditulis namanya, dikatakan, warga banyak yang ingin mengungsi ke Nabire, namun disatu sisi, mereka juga khawatir karena situasi belum sepenuhnya kondusif, sehingga mengurungkan niatnya sementara waktu.

Namun ada juga warga yang tetap nekat turun ke Nabire karena cemas dengan situasi keamanan di Deiyai.

Ia juga menambahkan, aktivitas perekonomian praktis tidak ada pasca ricuh 28 Agustus lalu. Namun ada sejumlah instansi pemerintah yang tetap melaksanakan aktivitas.

Selain warga pendatang, ada juga warga asli Deiyai yang terpaksa mengungsi ke kampung karena takut pasca bentrok rabu kemarin.

Sementara itu, sebanyak 3 SSK Brimob berisi 300 personil telah dikirimkan ke Deiyai untuk membackup aparat gabungan yang ada di daerah tersebut, kamis (28/09).



Sebelumnya diberitakan, aksi unjuk rasa di Deiyai, Papua, Rabu (28/08) berujung ricuh.

(Baca Juga : Kabid Humas Polda Papua : 1 Anggota TNI Meninggal, 2 Warga Meninggal, 4 Aparat Terluka)

Dalam aksi ini, massa membawa bendera bintang kejora dan menuju Kantor Bupati Deiyai, namun aksi menjadi ricuh. Sebelum aksi dimulai, warga non Papua telah lebih dulu diungsikan ke Koramil.

Nabire.Net kemudian menanyakan informasi detail kepada Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol A.M Kamal rabu malam (28/08).

(Baca Juga : Aksi Di Deiyai Papua Ricuh, Ini Keterangan Kapendam Cendrawasih)

Berdasarkan informasi dari Kabid Humas, jumlah korban akibat aksi di Deiyai yang berujung ricuh total sebanyak 8 orang. Enam dari aparat TNI/Polri dan dua dari masyarakat.

Anggota yang meninggal atas nama Serda Rikson, yang terkna senjata tajam di wajah dan kepala. Sementara 1 personil TNI lainnya mengalami luka terkena panah.

Dari kepolisian, jumlah korban luka sebanyak 4 orang, 1 orang adalah personil Brimob yang terkena panah, sedangkan 3 orang lainnya merupakan personil Samapta Polres Paniai yang terkena panah.

Sedangkan korban dari masyarakat sebanyak 2 orang dan dinyatakan meninggal dunia. Satu korban meninggal karena terkena tembakan di kaki dan meninggal di RSUD Enarotali Paniai.

(Baca Juga : Penelusuran Identitas Warga Sipil Yang Jadi Korban Ricuh Deiyai 28 Agustus 2019)

Sedangkan 1 korban lagi meninggal karena terkena panah di perut saat berada di halaman Kantor Bupati Deiyai, kemudian dievakuasi ke RSUD Enarotali.

[Nabire.Net]


Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.