INFO PAPUA
Home » Blog » Polda Papua Terus Buru Pelaku Penembakan 2 Anggota Brimob Di Ilaga Papua

Polda Papua Terus Buru Pelaku Penembakan 2 Anggota Brimob Di Ilaga Papua

1

(Dua anggota Brimob korban penembakan di Ilaga, Aiptu Thomson Siahaan & Bripda Everson)

Aparat keamanan mengejar orang-orang bersenjata yang dicurigai menembak mati dua anggota Brimob Rabu pagi (03/12), kata Wakapolda Papua, Brigjen Paulus Waterpauw. Pengejaran dilakukan setelah terjadi penembakan di Ilaga, Kabupaten Puncak, sekitar pukul 10.15 waktu setempat.

Dua anggota Brimob yang bertugas di Kabupaten Puncak, Papua, tewas ditembak saat berada di halaman depan Kantor Bupati Puncak di Ilaga, Rabu 3 Desember 2014 sekitar pukul 09.30 WIT.

Usai ditembak orang tak dikenal, senjata dua anggota Brimob itu langsung dirampas dan dibawa kabur. Pelaku diperkirakan ada empat orang.

Dua anggota Brimob yang tewas itu bernama Aiptu Thomson Siahaan dan Bripda Everson. Sejauh ini lima orang menjalani pemeriksaan intensif di kantor polisi sektor Ilaga, tetapi aparat keamanan kesulitan menemukan saksi-saksi.

“Sesaat setelah kejadian itu semua masyarakat berlari dan meninggalkan tempat sehingga memang sedikit menyulitkan bagi kami, terutama bagi anggota di wilayah tersebut, untuk mendapatkan keterangan saksi,” kata Wakil Polisi Daerah Papua, Brigjen Paulus Waterpauw

Mereka adalah kelompok-kelompok yang selama ini merampas dan membunuh anggota TNI/Polri dan kemudian memegang senjata itu yang mereka jadikan kekuatan melawan pihak-pihak yang mereka inginkan, mereka menekan pemerintah dengan melakukan ancaman-ancaman kekerasan, mereka ingin menambah senjata, dan mereka ingin menekan pengusaha-pengusaha.

Sementara itu, Panglima tinggi, Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Gen. Goaliath Tabuni siap bertanggung jawab atas aksi penembakan serta perampasan senjata milik dua anggota brimob yang dilakukan anggotanya di depan kantor bupati, Ilaga, kabupaten Puncak Papua, Rabu (3/12/2014).

Melalui kepala penerangan Komando Daerah Pertahanan (Kodap) sebagaimana ditulis komnas-tpnpb.net membenarkan peristiwa tersebut. Kata dia, pelaku penembakan dan perampasan adalah anggota dari Lekegak Telenggen dan Militer Murib atas perintah Goliath Tabuni.

“Tadi pagi anggota TPN tembak 2 anggota Brimob, dua senjata jenis AK47 dan SS1 sudah ditangan kami,” kata kepala penerangan.

Disisi lain, Belasan honai atau rumah adat Papua diduga dibakar oleh anggota Brimob saat melakukan penyisiran, pasca-penembakan 2 anggota Brimob Den A Kotaraja yang diduga oleh kelompok kriminal bersenjata di Ilaga, ibukota Kabupaten Puncak, Papua.

Anggota DPRD Kabupaten Puncak Pelinus Balinal mengatakan, honai yang dibakar itu ditinggal pergi penghuninya, karena ketakutan pasca-penembakan.

“Mereka meninggalkan beberapa honai dan berkumpul dalam satu tempat yang dianggap lebih aman,” kata Pelinus ketika ditemui di Jayapura, Papua, Rabu (3/12/2014).

Kota Ilaga kini mencekam dan banyak warga yang mengungsi. Pembakaran honai diduga dilakukan untuk mencari pelaku penembakan. Informasi yang didapat dari masyarakat setempat, polisi sengaja membakar honai itu untuk mencegah honai dijadikan tempat persembunyian para pelaku.

“Ada ketakutan polisi dan masyarakat, jika pelaku bersembunyi di tengah-tengah warga dan membaur dengan masyarakat,” kata Pelinus.

Post Related

Leave a Reply

Your email address will not be published.