INFO PAPUA
Home » Blog » Penyakit Diare Meningkat Di Jayapura

Penyakit Diare Meningkat Di Jayapura

index

Serangan diare terus meningkat di Papua. Kapasitas rumah sakit tidak mampu menampung pasien yang jumlahnya banyak. Bahkan, salah satu ruangan pertemuan dokter serta para perawat di ruang rawat inap anak di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abepura, Jayapura, Papua, terpaksa difungsikan untuk merawat para pasien balita dan anak yang terjangkit diare.

“Kami terpaksa buka ruangan yang biasanya digunakan untuk pertemuan dokter dan perawat untuk merawat pasien diare. Ruangan itu dibuka karena ruangan perawatan pasien anak sudah penuh,” kata salah satu dokter di ruangan rawat inap anak di RSUD Abepura dr Agustinus Udam di Jayapura, Minggu (24/8).

Menurut dia, pembukaan ruangan itu atas kesepakatan bersama guna menolong para pasien diare dari Unit Gawat Darurat (UGD) untuk dirawat lebih lanjut. “Saya jamin 100 persen pasien anak dan balita yang sementara kami tangani kena diare dan muntah-muntah,” ujar dr Agustinus.

Dia mengatakan, setiap hari mereka menerima pasien berkisar antara 5-6 orang. Akhirnya pihaknya mengambil kebijakan untuk membuka ruangan tambahan. “Pasien terus bertambah jadi kami ambil kebijakan itu,” ujarnya.

Tidak hanya ruang pertemuan yang dibuka, lanjut dia, ruangan kelas untuk anak juga dibuka untuk merawat pasien biasa yakni pasien diare. “Ruangan kelas yang kami buka adalah ruangan kelas I, kelas II, dan kelas II perawatan ekonomi,” ujarnya.

Bahkan, kata dia, satu ruangan yang disediakan khusus untuk pasien malaria juga dibuka. “Kami pakai ruangan untuk malaria juga setelah dibersihkan sehingga pasien tidak terkena malaria,” ujarnya.

Ia mengatakan, tak hanya ruangan yang dibuka, tempat tidur (bangsal) juga ditambah. Untuk ruangan kelas I yang harusnya dua bangsal ditambah satu bangsal sehingga tiga bangsal.

Kemudian, ruangan kelas II yang harusnya tiga bangsal ditambah satu sehingga jumlahnya empat tempat tidur. Selanjutnya, ruangan kelas II perawatan ekonomi yang hanya tiga tempat tidur ditambah tiga tempat tidur lagi sehingga menjadi enam tempat tidur. Lima bangsal juga ditambahkan diruang pertemuan dokter dan perawat yang dibuka.

Agustinus menambahkan, upaya itu dilakukan semata-mata hanya untuk merawat pasien diare. sampai saat ini pihaknya masih merawat 28 orang pasien balita dan anak diare. “16 orang pasien lainnya dengan kasus yang sama sudah dipulangkan setelah menjalani perawatan,” ujarnya.

(Beritasatu)

Post Related

Leave a Reply

Your email address will not be published.