INFO PAPUA
Home » Blog » Penggalangan Dana Untuk Membantu Mahasiswa Calon Pendeta GKI Sinode Papua

Penggalangan Dana Untuk Membantu Mahasiswa Calon Pendeta GKI Sinode Papua

Sebagai bentuk empati terhadap sejumlah mahasiswa yang tengah mengenyam pendidikan calon pendeta GKI Sinode Papua, Klasis Jayapura memberikan dukungan moril berupa penggalangan dana guna membantu para calon pendeta tersebut menyelesaikan pendidikannya. Penggalangan dana yang digelar Klasis Jayapura ini, berlangsung di GKI Marthen Luther, Minggu (9/2).

Ketua Tim Penggalangan dana dalam rangka menunjang pendidikan yang diselenggarakan oleh GKI di Tanah Papua, Drs.Manase Roberth Kambu kepada wartawan menyampaikan,  pendidikan yang dibiayai mulai dari tingkat SD,SMP,SMA maupun perguruan tinggi baik di Papua maupun di luar Papua bahkan di luar negeri.

“Panitia ini sifatnya membantu pekerjaan sinode dan juga membantu pekerjaan di tingkat klasis,” ungkap Kambu.

Diharapkan, seluruh warga GKI di Tanah Papua turut berpartisipasi dalam memberikan sumbangsihnya merujuk pada keputusan tingkat sinode, baik raker sinode maupun sidang sinode yang sudah ditetapkan. Di tingkat sinode, sambungnya,  sudah ditetapkan 4 persen dari penerimaan di sumbangkan ke Yayasan Pendidikan Kristen ditanah papua (yPK) dalam rangka menunjang pendidikan.

Selain itu ada keputusan lain di tingkat sinode yang mengatakan bahwa memberi sumbangan bagi pendidikan yaitu Rp100 ribu per-bulan bagi setiap anggota jemaat. “Nampaknya keputusan ini belum dilakukan oleh berbagai jenjang ini, maka kami dibentuk untuk membantu mengingatkan supaya gerakan ini bisa dilakukan,” ucapnya.

Sebelumnya, kata Kambu sudah dilakukan launching penggalangan dana tingkat sinode yang berlangsung minggu lalu di Gereja Pengharapan Kotaraja. Sementara  yang diselenggarakan di Gereja Marthen Luther adalah tingkat Klasis.
Diharapkan gerakan ini, selain dilakukan lewat gereja juga dapat didukung oleh Pemerintah daerah.

“Karena pendidikan itu adalah bagian dari proses pembangunan tiap daerah dan itu yang memainkan peranan adalah pemerintah daerah,” ujarnya.

Kegiatan yang dilansungkan di gereja Marthen Luther dan juga gereja Pengharapan merupakan pencanangan saja. Menurutnya, kegiatan selanjutnya diharapkan dilakukan ditingkat klasis, tingkat jemaat masing-masing.
“Untuk bantuan dana bisa ditransfer ke nomor rekening dari Tim Penggalangan dana, Bank Papua No 233002285112.an. tim penggalangan dana Drs MR Kambu,” katanya.

Disinggung ihwal berapa target dana yang harus dihimpun dari penggalangan ini, Kambu menegaskan, bahwa dana yang dibutuhkan saat ini sejumlah Rp200 juta.

“Itu program yang mendesak , kan nanti ada program jangka menegah. Dan program yang mendesak ini untuk  membiayai mahasiswa yang dikirim ke luar negeri, karena  ini sudah kerjasama antara pendidikan luar negeri tersebut dengan GKI,” bebernya.

Kambu menambahkan, ada juga  program mendesak lainnya yakni terkait  sejumlah mahasiswa yang mengikuti pendidikan Setya Wacana.

“Saat mereka sedang menyusun tesisnya untuk itu perlu didukung pembiayaannya sehingga mereka pulang dan siap ditempatkan di setiap jemaat sesuai dengan penugasan,” terangnya.

Di tempat yang sama Ketua Klasis Jayapura, Pdt. Willem Itar mengatakan sesuai hasil sidang sinode di Manokwari pada tahun 1984 dan 1988 di Nabire disepakati bahwa mengurus sekolah-sekolah YPK yang ada di tengah-tengah jemaat dan diberi nama jemaat. Willem mencontohkan, diberikan ke SD YPK Sion bertujuan agar jemaat yang bersangkutan memberi subsidi biaya kepada jemaat itu dalam berbagai keputusan sidang jemaat. Begitupun di tingkat klasis diberi kepada PSW YPK dan ditingkat sinode diberikan kepada pengurus YPK dan tanggungjawab itu secara struktur dilakukan.

“Keputusan ini membutuhkan sebuah tindaklanjut oleh gereja, dimana harus dibuat semacam juknis sehingga derma-derma yaang diterima oleh jemaat dari empat puluh persen itu seperti apa empat persen dilakukan,” ungkap Itar.
Pihak Klasis sendiri mengakui kegiatan penggalangan dana yang dilakukan ini dalam rangka memberi apresiasi, dimana gereja telah mengutus beberapa pendeta di jemaat untuk menambah kapasitasnya dalam bidang pendidikan teologi yang bekerjasama dengan duta wacana dan juga Salatiga.

“ Mereka ini membutuhkan biaya untuk menyelesaikan studi mereka,” katanya selama ini ada keputusan gereja yang tidak dilaksanakan semestinya.

Lebih gamblang disebutkan Willem, saat ini ada 7 pendeta yang masih menempuh pendidikan S2 di luar Papua, dan 4 orang diantaranya berasal dari Klasis Jayapura.

Sementara itu Sekretaris Daerah Kota Jayapura,  RD Siahaya yang mewakili Pemkot memberikan apresiasi  kepada gereja, terlebih  tim penggalang dana pendidikan ini. Kata Siahaya, ini merupakan sebuah gerakan untuk membantu kemandirian gereja dalam menopang anggota jemaatnya.

“Terlebih hamba-hamba Tuhan yang dididik menjadi orang yang berkualitas dan mampu menyajikan santapan rohani yang berkualitas kepada umat,” kata Siahaya.

Ia mengakui Pemkot pun tidak menutup mata soal ini, dimana Walikota Benhur Tomi Mano memberikan perhatian dan dukungan penuh kepada pihak gereja, yang merupakan wujud dari implementasi dari pemerintah kota, yakni Terwujudnya Kota Jayapura yang beriman, bersatu, mandiri,maju, berkearifan lokal.

“Sekaligus mencerminkan gereja dan pemerintah adalah mitra pemerintah,ini wujud dari kenyataan motto pemerintah kota harus bersatu hati, supaya kota ini dibangun secara bersama untuk kemuliaan nama Tuhan,” tegasnya.

Siahaya juga mengimbau, kepada seluruh masyarakat khususnya yang merasa peduli terhadap perkembangan SDM yang dikelola oleh gereja, dan kepada alumni YPK dan siapa saja, untuk memberikan kontribusinya melalui penggalangan seperti ini.

“Mari kita berikan dukungan kepada gereja melalui tim penggalangan dana ini supaya apa yang mereka inginkan bisa tercapai,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.