Berbicara anggota Polri yang bertugas di wilayah Papua jangan dianggap sama dengan di wilayah lainnya di Indonesia. Motivasi anggota di bumi cendrawasih tersebut cukup rendah dalam menjalankan tugasnya.
Mantan Kapolda Papua Irjen Pol Tito Karnavian seusai meluncurkan buku berjudul ‘Bhayangkara di Bumi Cendrawasih’ mengungkapkan sulitnya sulitnya membangkitkan motivasi anggota Polri di Papua.
“Di barat ini bersykur karena hiburan ada, keluarga bisa ikut. Tapi mereka (yang di Papua) ada di gunung-gunung, sepi, dan tidak ada hiburan. Jauh dari keluarga dan mungkin tidak bertemu anaknya sebulan dua bulan. Kemudian sekolah tidak diperhatikan. Promosi tidak diperhatikan. Ini menjadikan motivasi tidak begitu tinggi. Maka kerja menjadi tidak maksimal,” ungkap Tito di Gedung PTIK-STIK, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (28/9/2014).
Dengan permasalahan tersebut dalam menjaga keamanan dan ketertiban yang dilakukan Polri di Papua perlu diberi perhatian khusus. Diantaranya dengan adanya anggaran tambahan sehingga tidak tergantung pada anggaran rutin saja.
“Bensin disana harganya mahal. Disini naik Rp 5000 sudah ribut. Disana Rp 30 ribu atau Rp 50 ribu sudah terbiasa anggota di sana. Sehingga harus ada hal yang khusus dari Jakarta,” ungkapnya.
Selain itu, bukan hanya konflik vertikal serta separtisme yang kerap bisa menjadi gangguan keamanan di Papua, tapi juga konflik horizontal. Belum lagi permasalah-permasalahan konvensional lainnya yang masih tinggi.
Semua itu butuh penanganan yang konprehensif atau menyeluruh. Tidak bisa hanya dengan penanganan-penangan rutin saja mengatasinya, tapi harus menggunakan strategi khusus terutama peningkatan kesejahteraan dan penegakkan hukum yang kuat.
“Jadi penegakan hukum harus efektif dengan memperkuat kepolisian, kejaksaan, peradilan. Termasuk dukungan TNI. Ini perlu ditreatmen secara khusus. Tidak bisa diselesaikan dengan cara-cara rutin, tidak bisa disamakanan dengan daerah lain,” ungkapnya.
Leave a Reply