INFO PAPUA
Home » Blog » Massa Demo Kedatangan Dubes AS Di Manokwari

Massa Demo Kedatangan Dubes AS Di Manokwari

1

Kunjungan Duta Besar (Dubes) Amerika Serikat,Robert Blake di Manokwari,Senin (09/06/2014) disambut a aksi unjuk rasa. Puluhan massa yang memperjuangkan kemerdekaan bagi Papua menggelar aksi di Jalan Trikora,Taman Ria. Mereka membawa sejumlah panflet serta foto-foto korban pelanggaran HAM (Hak Asasi Manusia). Aksi massa ini dilakukan ketika Dubes AS menggelar pertemuan dengan ketua dan anggota Majels Rakyat Papua (MRP) Provinsi Papua Barat di Kantor MRP PB. Namun, keinginan massa untuk berunjuk rasa di Kantor MRP PB dan bertemu langsung dengan Dubes AS dihalangi aparat kepolisian.

Langkah puluhan massa  yang dikoordinir Markus Yenu tersebut diterhenti sekitar 100 meter dari Kantor MRP PB. Mereka mencoba bernegosiasi dengan aparat keamanan namun tetap tak diizinkan mendekat ke kantor lembaga kultural orang asli Papua tersebut. Kapolres Manokwari,AKBP Jhonny E Isir yang datang menemui massa tetap melarang mendekat Kantor MRP PB. Bahkan dengan tegas,ia menyatakan, dapat membubarkan aksi bila memaksakan kehendak karena tidak ada pemberitahuan sebelumnya.

“Ini saya bisa bubar dan angkat semua. Ini (demo) tidak ada pemberitahuan,”  tegas Kapolres di hadapan massa.
Lagi pula menurut Isir, aspirasi yang hendak disampaikan massa sudah dikemukakan ketua dan anggota MRP PB kepada Dubes AS. “Kalau saya dengar tadi, ke­tua MRP Papua Barat sudah sangat tegas sampaikan pernyataan. Jadi,tidak perlu lagi saudara-saudara ke sana (Kantor MRP PB.Red),” ujar Isir.

Tak lama setelah  Kapolres menemui massa,puluhan anggota polisi melakukan pengamanan. Truk juga didekatkan ke massa yang berunjuk rasa. “Kamu angkat torang sudah rame-rame. Kamu pikir torang takut dipenjara kah?,” ujar seorang ibu yang merespon kedatangan puluhan anggota.

Dalam aksinya massa membawa sejumlah pamflet yang meminta pemerintah Amerika Serikat dan Belada bertanggung  jawab atas integrasi Papua ke Indonesia. Juga mendesak PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) segera melihat kasus pelanggaran HAM di Papua. Adapun panflet yang dibawa massa bertuliskan “Tidak ada satu pihak pun yang menghalangi kami merdeka,Otus Papua gagal kembalikan Papua ke PBB,Amerika Serikat,Belanda dan Indonesia harus bertanggung jawab  kembalikan Papua ke UNTEA.

Post Related

Leave a Reply

Your email address will not be published.