Akibat banjir & longsor yang terjadi akibat hujan selama 4 jam pada hari sabtu malam (22/2) di Jayapura, hingga saat ini sudah tercata 8 orang meninggal dunia.
Berdasarkan data di lapangan, para korban berada di tiga lokasi diantaranya kawasan Kloofkamp, Kelurahan Gurabesi, Distrik Jayapura Utara, Kompleks APO Kali, Distrik Jayapura Utara dan Kawasan Yapis, Dok Lima atas, Distrik Jayapura Utara.
“Sampai sore ini total korban delapan orang, ada di Kawasan Kloofkamp, APO dan Yapis, saat ini mereka sudah dievakuasi ke RSUD Dok 2 Jayapura,” ujar Wali Kota Jayapura Benhur Tommi Mano, Minggu ( 23/2/2014).
Korban longsor di Kompleks APO Kali, diketahui bernama Ellias Sohilait, satpam Bank Papua dan istrinya Cristina Umprnawany. Saat kejadian, kedua korban tengah tidur pulas di dalam rumah.
Sementara Cristhin Yawen korban tewas di Kawasan Yapis Dok Lima Atas adalah salah seorang pelajar tingkat SMA di Kota Jayapura.
Enam korban lainnya masih dilakukan autopsi. Sedangkan warga yang hilang diantaranya Alfred Kobeba, Alexandro Kobeba, dan Bella.
Menurut Wali Kota Jayapura Benhur Tommi Mano, banjir dan longsor karena hujan deras yang mengguyur Kota Jayapura selama sejam, merupakan akibat ulah manusia. Karena hampir semua kawasan konservasi kini sudah menjadi pemukiman warga.
Wali Kota mengaku pihaknya kewalahan mengatur warga yang membangun di kawasan konservasi, namun mereka tetap membangun.
“Besok saya akan perintahkan instansi terkait untuk melihat kembali kawasan-kawasan konservasi dan menghimbau warga untuk tidak lagi membangun di kawasan itu. Karena dampaknya akan sangat besar, seperti yang terjadi saat ini, ” kata wali kota.
Tim SAR Hentikan Pencarian Korban
Sementara itu, Tim SAR gabungan TNI/Polri bersama Basarnas dan warga sekitar pukul 18.00 WIT menghentikan pencaharian korban longsor dikawasan lereng bukit di Jalan Perwakin Dok 5 Atas, Jayapura.
Dandim Jayapura Letkol Inf Wahyu ketika dihubungi , Minggu (23/2), membenarkan bahwa saat ini pihaknya tim sudah ditarik karena sudah gelap dan lokasi agak rawan.
Apalagi selain berada di lereng gunung, untuk mencapai lokasi tersebut dapat dilakukan dari dua lokasi yakni jalan Perwakin atau melalui jalan pintas di belakang museum TNI yang berlokasi didepan Yapis.
“Cukup sulit untuk mencapai lokasi tersebut termasuk bila melalui belakang museum karena lumpur setinggi sekitar 30 cm,” kata Letkol Inf Wahyu.
Menurut dia, tim SAR gabungan terakhir menemukan potongan tubuh yang diduga milik orang dewasa namun karena sudah petang pencaharian dihentikan.
Senin pagi (24/2) akan kami lanjutkan, kata Dandim Jayapura seraya mengharapkan semoga korban dapat segera ditemukan.
Ketika ditanya masih berapa banyak korban yang tertimbun, Dandim Jayapura mengatakan dari informasi masyarakat tercatat sekitar empat orang yang belum ditemukan dan diduga tertimbun.
Tinggalkan Komentar