INFO PAPUA
Home » Blog » Khawatirkan Keamanan, Warga Puncak Jaya Banyak Yang Mengungsi Tinggalkan Kampung

Khawatirkan Keamanan, Warga Puncak Jaya Banyak Yang Mengungsi Tinggalkan Kampung

Ratusan warga dikabarkan meninggalkan kampung halaman mereka di Puncak Jaya, Papua, karena ketakutan paska baku tembak antara kelompok bersenjata yang diduga dari Organisasi Papua Merdeka (OPM) dengan aparat.

Salah satu warga bernama Muli Wonda mengatakan, dia terpaksa mengajak keluarganya mengungsi ke Nabire. “Saya warga Dondobaga Kampung Kulirik. Sehari-harinya gembala sidang Gereja GIDI di sana,” kata dia, Kamis 6 Februari 2014.

Menurutnya, dia dan sekitar 200 warga lain merasa ketakutan karena baku tembak kerap terjadi di sekitar kampung. Apalagi, aparat pun kerap menggelar razia. Mereka pun memutuskan mengungsi setelah aparat merazia Gereja GIDI Dondobaga. “Kami merasa tak nyaman lagi di kampung,” katanya.

Di tengah ketakutan warga, sambung dia, perhatian pemerintah Puncak Jaya sama sekali tidak ada. “Sampai sekarang Pemda Puncak Jaya, DPRD tidak ada di tempat. Masyarakat tidak tahu mereka ada di mana,” kata dia.

Dondobaga dihuni sekitar 2.500 jiwa. Sebagian sudah mengungsi ke Kota Mulia. Warga Dondobaga lainnya, Banius Wonda mengaku mengungsi ke Jayapura. “Saya sudah seminggu di Sentani bersama 50 warga lainnya,” kata dia.

Yulius Telenggen juga warga Dondobaga Kampung Kulirik memilih mengungsi ke Jayapura, karena merasa ketakutan di Kampung. “Kami merasa takut, sehingga mengungsi keluar Puncak Jaya. Kami terpaksa jual ternak babi dengan murah untuk ongkos,” katanya. Sementara, imbuhnya, Pemerintah Puncak Jaya dan legislatif sama sekali tidak memberikan perhatian, karena mereka tidak ada di tempat saat dibutuhkan.

Dibantah

Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen Christian Zebua saat dikonfirmasi mengenai kondisi itu mengatakan, bahwa hal itu tidak benar. “Kondisi di Puncak Jaya baik-baik saja, tidak ada yang mengkhawatirkan, kalau ada yang bilang warga mengungsi, itu pernyataan dari sekelompok yang dilatarbelakangi kelompok tertentu,” katanya.

Juru bicara Polda Papua Kombes Pujo Sulistyo juga membantah ada pengungsi. “Tidak betul warga Puncak Jaya mengungsi. Di sana aman-aman saja,” kata Pujo.

Menurutnya, isu pengungsian ini dilemparkan kelompok tertentu. “Ini permainan isu. Begitu penegakan hukum dilakukan isu dihembuskan,” ujar Pujo.

Kalau penegakan hukum tidak dilakukan, negara malah akan dianggap anomali. “Kalau kami tak bertindak, jelas tidak akan ada kepastian hukum,” katanya.

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.