Intip Para Ekspatriat Pencinta Kopi Arabika Papua

Nabire, Ekspatriat adalah warga negara asing yang tinggal atau menetap sementara di Indonesia. Ekspatriat AS, Eropa sangat menyukai kopi arabika Papua. Para ekspatriat ini tinggal di Sentani, mereka berprofesi sebagai pilot pesawat kecil, teknisi pesawat, guru sekolah internasional dan pekerja sosial.
Ekspatriat AS dan Eropa ini, menyukai kopi arabika Papua karena organik, bagi mereka, kopi arabika Papua ditanam di daerah yang tidak kenal kata polusi.
Untuk menikmati kopi arabika Papua ini pun diperlukan perjuangan dengan mengangkut biji kopi dari pegunungan dengan pesawat kecil.
Pada umumnya, para ekspatriat ini, sangat paham dan banyak pengetahuan tentang proses mengolah dan menyeduh kopi. Di rumahnya, mereka memiliki peralatan roasting kopi berukuran kecil, karena hasil roasting hanya untuk dinikmati keluarga sendiri.
Kopi arabika Papua ini, mereka juga jadikan oleh-oleh saat mereka pulang kampung ke negaranya. Kopi ini dalam bentuk biji yang sudah mereka goreng.
Lain lagi, berkaitan dengan ekspatriat penyuka kopi. Para ekspatriat Jepang yang tinggal di Bali, mereka juga menyukai kopi arabika Papua. Menurut mereka, kopi arabika Papua berasal dari daerah yang eksotis, tropis bersalju dan terdapat mumi. Ekspatriat Jepang di Bali menyukai kopi arabika Papua yang sudah diroasting dan tinggal seduh.
Selain mereka nikmati selama di Bali, kopi arabika Papua, juga mereka jadikan oleh-oleh-oleh untuk dibawa ke Jepang.
Permintaan kopi arabika Papua di kopi Hari Bersama oleh para ekspatriat Jepang di BALI sangat tinggi. Mereka memesan kopi dalam bentuk biji yang sudah diroasting maupun bubuk. Mereka memesan lewat media sosial Instagram @kopiharibersama.
Kopi arabika Papua diproses setelah ada pesanan, hal ini untuk menjaga kualitas kopi.
Daerah penghasil kopi arabika di Papua yaitu wilayah pegunungan mulai dari Pegunungan Bintang yang berbatasan langsung dengan Papua Nugini, Lembah Baliem, hingga Lembah Kamuu, Dogiyai.
[Nabire.Net/Hari Suroto]





Tinggalkan Komentar