Ibadah Minggu Pagi 6 Agustus 2017, Sekaligus Ibadah HUT Ke 28 Jemaat GKI Utrecht Bumiraya Nabire
(Dokpri.Ani.F)
Yesus berkata kepada para muridnya, “Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu.” Orang-orang itu akan masuk ke tengah jemaat dengan memakai bulu domba. Namun di balik jubah domba itu, jauh di dalam hati mereka, mereka itu ganas dan kejam. Mereka ganas, rakus dan serakah sama seperti serigala.
Demikian pengantar pada renungan Ibadah Minggu Pagi, 6 agustus 2017, sekaligus Ibadah Ulang Tahun ke 28 warga jemaat GKI Utrecht Bumiraya SP1, Nabire. Ibadah tersebut dipimpin oleh Pdt. Kombaki Wonatorei S.Th, dengan pembacaan firman dari Injil Matius 7:15-23 dengan tema tentang Nabi-Nabi Palsu.
Dalam renungannya, Pdt. Kombaki Wonatorei mengatakan, dari peringatan Yesus ini, kita dapat melihat bahwa musuh yang berada di luar itu tidak seberapa berbahaya dibandingkan dengan musuh yang berada di dalam jemaat. Terhadap serigala yang berada di luar, si gembala bisa bersiaga dan melindungi kawanan dombanya. Namun, biasanya, serigala yang berada di tengah kumpulan domba baru ketahuan setelah terlambat. Pada saat ketahuan, mereka sudah menelan beberapa domba.
Lebih lanjut dikatakan, Yesus memberikan perumpamaan untuk membedakan Nabi palsu dengan Nabi yang benar lewat perumpamaan tentang pohon dan buahnya. Pohon yang baik akan menghasilkan buah yang baik dan pohon yang tidak baik akan menghasilkan buah yang tidak baik. Sehingga kita mengenal pengajar yang baik dan pengajar yang sesat dari karya yang dihasilkannya.
Supaya kita tidak disesatkan oleh kepalsuan, kita perlu membaca, mempelajari, dan memahami Alkitab dan menilai semua pengajaran berdasarkan Alkitab.

Ibadah dilanjutkan dengan pemotongan nasi tumpeng HUT ke 28 Jemaat GKI Utrecht oleh Pdt. Kombaki Wonatorei didampingi majelis jemaat. Usai ibadah dilanjutkan dengan jamuan kasih bersama.
[Nabire.Net]






Tinggalkan Komentar