INFO PAPUA
Home » Blog » Dua Mahasiswi Afirmasi Kedokteran Undip Asal Papua, Tertarik Meneliti Kesehatan Anak-Anak Papua

Dua Mahasiswi Afirmasi Kedokteran Undip Asal Papua, Tertarik Meneliti Kesehatan Anak-Anak Papua

Nella
(Dua mahasiswi masing-masing Petonella Livelin Worumi (kiri) kuliah pada Pendidikan Dokter dan Janet Jeane Pandori (kanan) dari Fakultas Kesehatan Masyarakat, keduanya menempuh kuliah di Undip Semarang sebagai peserta program afirmasi pendidikan tinggi (ADIK) yang mendapat beasiswa dari Dikti Kemendikbud. (Foto: Sudadi, UP4B))

Nella adalah panggilan akrabnya, nama lengkapnya Petonella Livelin Worumi. Gadis asal Jayapura Papua itu, adalah satu diantara 1.500 mahasiswa afirmasi pendidikan tinggi (ADIK) asal Papua yang beruntung dapat diterima pada program studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (Undip) Semarang. Keinginan menjadi dokter adalah pilihan hidupnya. “Jika Tuhan memberi kesempatan saya bisa menjadi dokter, saya lebih suka bertugas di daerah pedalaman Papua”, katanya kepada Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) Unit Percepatan Pembangunan Papua dan Papua Barat (UP4B) di Kampus Undip Tembalang Semarang Kamis (21/8). Nella, juga ingin mendalami penyebab penyakit pada anak-anak di pedalaman Papua. Jika mendengar banyak anak sekolah yang hidungnya keluar ingus dan penyakit kulit lain, ia akan fokus untuk melakukan penelitian. Apa penyebab mengapa masih banyak anak-anak yang ingusan dan korengan?

Pendidikan dokter adalah tergolong fakultas favorit dan bergensi. Bagaimana tidak, di fakultas yang akan menghasilkan dokter itu, tentu bukan hal yang mudah dilalui. Mahasiswa yang bisa masuk di tempat itu, tentu telah melewati saringan dan persaingan yang sangat ketat. “Ini kesempatan emas yang harus saya tekuni secara serius. Jika Tuhan mengizinkan saya jadi dokter akan kembali untuk mengabdi di Tanah Papua” tekadnya.

Diakui meski ia dibesarkan di Kota Jayapura, sebuah Ibukota Provinsi Papua hanya tahu kondisi pedalaman dari sebuah cerita dan melihat tayangan media televisi maupun baca koran. “Felling saya, dokter sangat dibutuhkan di daerah pedalaman. Saya tak ingin bertugas di kota karena jumlah dokter di kota pasti sudah mencukupi. Tenaga saya pasti sangat dibutuhkan disana,” ungkapnya. Berbagai informasi media tentang minimnya pelayanan kesehatan di pedalaman Papua, menjadikannya sebagai motivasi. Tekad yang sudah tertanam adalah segera dapat menyelesaikan studi tepat waktu. Untuk itu, ia akan fokus dan belajar keras mengejar ketertinggalan. Meski selama mengikuti kuliah dirasakan sangat tertinggal jauh dibanding teman-teman mahasiswa yang berasal dari Papua, Nella tidak putus asa atas kekurangannya. Kelemahan yang ada harus menjadikan itu sebagai kekuatan.

Janet Jeane Pandori, mahasiswi afirmasi asal Sorong juga memprihatinkan kondisi pelayanan kesehatan di daerahnya. Meski sudah tersedia puskesmas, ternyata masih ada masyarakat di daerah yang masih berpikir tradisional. Mereka masih percaya pengobatan tradisional. Sebagai mahasiswi program studi Kesehatan Masyarakat, ia juga mempunyai tekad sama dengan Nella rekannya yang di Fakultas Kedokteran, jika lulus akan kembali ke Papua membantu meningkatkan mutu kesehatan masyarakat. Jika masyarakat sehat tentu hidupnya akan lebih produktif dan bermakna bagi diri maupun untuk orang lain.

Ketika ditanya berapa nilai IPK yang sudah didapat? Kedua mahasiswi itu menjawab, yang pasti ada nilai, meski belum memuaskan. Bagi mahasiswa afirmasi asal Papua, kuliah di perguruan tinggi negeri masih menjadi tantangan yang terberat. Informasi yang disampaikan dari Biro Administrasi Akademik Undip, nilai yang diraih kebanyakan mahasiswa ini masih berada pada angka dua koma bahkan ada yang masih berada di satu koma. Kenyataan ini bisa terjadi karena kwalitas pendidikan di Papua juga masih tertinggal dibanding mereka yang berasal dari luar Papua. Agar mahasiswa afirmasi dapat mengejar ketertinggalan, diperlukan motivasi bagi mahasiswa yang bersangkutan. Mereka harus miliki motivasi belajar lebih agar dapat mengejar ketertinggalan. Alternatif lain, universitas dapat memberikan pendampingan khusus bagi mahasiswa afirmasi.

(UP4B)

Post Related

Leave a Reply

  • yan
    19 May, 2016 21:53 at 21:53

    Artikel yang bagus, saya harap anda tetap berbagi ilmu, kunjungi artikel yang sejenis di Pusat Studi

  • mayang
    20 September, 2014 13:35 at 13:35

    Saya tertarik dengan tulisan anda dan sangat inspiratif.
    Saya juga mempunyai tulisan yang sejenis mengenai kedokteran yang bisa anda kunjungi di Pusat Studi Informasi Kedokteran

Your email address will not be published.