Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) belum lama ini telah memberi izin kepada PT Freeport Indonesia untuk melakukan ekspor konsentrat mentah dengan beberapa persyaratan. Kondisi ini dimanfaatkan Freeport untuk memaksimalkan pengerukan hasil tambang mineral demi keuntungan.
Hal ini disampaikan Direktur Utama PT Freeport Indonesia, Rozik Soejipto, saat ditemui di kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (7/8).
“Sekarang saatnya mengambil daging bijih yang cukup kaya untuk konsentrat,” ujar Rozik. Menurut Rozik, saat ini operasi pertambangan Freeport Indonesia sudah berjalan seperti biasa. Selama menunggu izin untuk ekspor dan memenuhi renegosiasi kontrak, Freeport telah melakukan pengupasan lapisan luar wilayah pertambangan untuk memudahkan produksi nantinya.
“Operasi sudah normal, sekarang kita mengupas lapisan karena tidak bisa ekspor dulu,” tegasnya.
Saat ini target produksi Freeport sekitar 200.000 ton per hari. “Sekitar itu 200.000 ton per hari sudah normal produksinya,” jelas Rozik.
Leave a Reply