Dalam 5 Hari 3 Kebakaran Terjadi Di Nabire, 1 Korban Meninggal Dunia
Dalam kurun waktu 5 hari, jago merah beraksi di kota Nabire. Kebakaran yang terjadi tersebut terjadi pada tanggal 21, 24 dan 25 November 2017.
Kebakaran pertama terjadi selasa malam, tanggal 21 November 2017 lalu, di kediaman salah seorang anggota kepolisian, Deni Rumbrar. Lokasi kebakaran sendiri berada di depan SMK Petra Siriwini bawah. Dari kabar yang beredar, penyebab kebakaran tersebut diakibatkan sambaran bensin. Dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa, namun rumah korban habis terbakar.
Kebakaran kedua terjadi jumat siang (24/11) di kediaman mantan Bupati Dogiyai, Thomas Tigi, yang beralamat di Kali Harapan Nabire. Sebelumnya kebakaran di lokasi yang sama pernah terjadi awal 2017 lalu. Adapun penyebab kebakaran diduga karena korsleting listrik, namun penyebab pasti masih dalam penyelidikan. Akibat kebakaran tersebut, rumah panggung milik korban ludes terbakar.
Tak berhenti disitu kebakaran kembali terjadi jumat malam (24/11) sekitar pukul 00.00 wit, di kediaman keluarga Muyapa yang berada di jalan Sam Ratulangi Nabire. Hingga saat ini belum diketahui penyebab terjadi kebakaran tersebut. Namun dalam kejadian tersebut diketahui 1 orang meninggal dunia atas nama Debi Ondi. Korban diketahui terjebak dalam api.
Kasus kebakaran yang terjadi dalam selang 5 hari tersebut mengingatkan warga Nabire akan kasus kebakaran yang terjadi di akhir bulan Desember 2016.
Kasus kebakaran di Nabire memang cukup tinggi dengan berbagai macam penyebab seperti arus pendek hingga faktor kelalaian manusia. Minimnya mobil pemadam kebakaran dan kurangnya pengetahuan warga masyarakat tentang bahaya kebakaran perlu diantisipasi segera guna menghindari terjadinya musibah kebakaran di Nabire.
Warga Nabire harus mengecek keberadaan kabel jaringan listrik yang ada di rumahnya. jika dirasa sudah usang dan rusak untuk segera dilakukan perbaikan jaringan, dikarenakan kabel listrik itu ada masa berlakunya, ada yang 10 hingga 20 tahun, jika masa berlaku sudah habis segera diganti dengan kabel baru yang lebih berkualitas serta dilakukan pemasangan dengan jaringan yang benar.
Selain itu diperlukan sosialisasi oleh pihak terkait baik pemerintah daerah seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah, PT. PLN Persero, dan institusi lainnya, kepada warga masyarakat, dengan memberikan pengetahuan tentang pencegahan dan penanganan menghadapi musibah kebakaran.
Diharapkan dengan hal tersebut, warga memiliki pengetahuan tentang pencegahan dan penanganan musibah kebakaran dan dapat meminimalisir musibah kebakaran di Nabire.
[Nabire.Net]









Tinggalkan Komentar