Badan Nasional Penanggulangan Bencana Daerah mengkonfirmasi bahwa jumlah total korban meninggal yang ditemukan oleh Tim SAR Gabungan di Jayapura adalah sebanyak 8 orang, sedangkan masih ada 1 orang lagi yang jasadnya belum diketemukan. Setelah senin malam kemarin (22/2) BNPBD menyebut jumlah korban meninggal sebanyak 11 orang. Hal ini juga diamini oleh Tim SAR yang melakukan pencarian korban.
Hari ini Tim SAR gabungan yang melibatkan TNI dan Polri kembali menemukan 2 korban longsor di Jayapura, Papua yaitu Ronald Kobepa dan Alexander Kobepa. Korban ditemukan pukul 07.15 WIT, Selasa (25/2), di kawasan Dok V Kota Jayapura. Korban pun dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Jayapura. Selain itu 1 korban yang belum diketemukan bernama Nela Kobepa.
Longsor di Jayapura disebabkan oleh hujan yang turun dengan deras pada Sabtu (22/2). Hujan tersebut memicu banjir bandang yang menerjang sejumlah tanah tinggi di tiga distrik. Ketiga distrik itu, yakni Distrik Jayapura Utara, Distrik Abepura, dan Distrik Jayapura Selatan.
Selain korban jiwa, sebanyak 15 unit rumah rusak berat dan 40 unit lainnya rusak ringan akibat longsor tersebut.
Kondisi tanah memang perlu mendapatkan perhatian. Tidak saja di daerah perkotaan, apalagi di daerah kampung. Mengkhawatirkan sekali bila kondisi tanah bahkan berkontur tebing. Seperti yg terjadi di kota Bogor, sebagaimana dikutip dari , pada hari Ahad (2/3) setidaknya 4 orang tewas karena tertimbun longsoran tebing. Menyedihkan sekali.
agi
Kondisi tanah memang perlu mendapatkan perhatian. Tidak saja di daerah perkotaan, apalagi di daerah kampung. Mengkhawatirkan sekali bila kondisi tanah bahkan berkontur tebing. Seperti yg terjadi di kota Bogor, sebagaimana dikutip dari , pada hari Ahad (2/3) setidaknya 4 orang tewas karena tertimbun longsoran tebing. Menyedihkan sekali.