INFO PAPUA
Home » Blog » Anggota Koramil & Yonif 753/AVT Nabire Diperiksa Tim Gabungan

Anggota Koramil & Yonif 753/AVT Nabire Diperiksa Tim Gabungan

2

Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XVII/Cenderawasih, Mayor Jenderal TNI Fransen G.Siahaan menegaskan tim investigasi gabungan tengah melakukan investigasi insiden berdarah yang terjadi di Enarotali, Kabupaten Paniai beberapa waktu lalu dan berharap dapat terungkap siapa pelaku sebenarnya.

Dikatakan Pangdam, tim investigasi gabungan dari Mabes TNI dan Kodam Cenderawasih masih memeriksa anggota koramil di Enarotali, Kabupaten Paniai dan anggota Batalyon 753/Arga Vira Tama yang bertugas di kabupaten tersebut.

“Mari ikuti saja prosedur dari investigasi itu, saya belum bisa berani mengungkap itu, karena ada institusi yang berani mengungkap itu,” kata Pangdam, Kamis (18/12).

Pangdam juga berharap agar kasus ini segera terungkap agar mengtetahui siapa sebenanrnya pelaku yang mengakibatkan 5 warga sipil meninggal dunia. Ia juga menegaskan jika ada anggotanya yang salah, tetap akan ditindak tegas sesuai aturan yang berlaku.

“Kalau salah kami tindak, apalagi kalau anggota saya salah. Itu petunjuk dari pimpinan saya Panglima TNI dan juga dari Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) sangat ingin kasus terungkap, saya berharap untuk semua komponen bersabar,” kata Pangdam.

Pihaknya juga meminta kepada masyarakat, apabila ada yang berikan bukti otentik diserahkan kepada tim investigasi. “Masyarakat saya harap disana bisa terbuka, jangan tutup mulut. Berikan gambar bila perlu, ada tidak gambar itu, supaya kami tau sebenarnya,” ujarnya.

Sehari sebelumnya, Komisi Hak Asasi Manusia (Komnas) HAM RI menduga telah terjadi pelanggaran HAM dalam kasus penembakan di Paniai, Papua pada pekan lalu yang mengakibatkan lima warga sipil meninggal dunia dan puluhan lainnya luka-luka.

Komisioner Komnas HAM RI, Maneger Nasution mengatakan, pihaknya sudah melakukan investigasi lapangan dan bertemu berbagai pihak. “Kami sudah investigasi dan bertemu sejumlah pihak antar lain korban, tokoh masyarakat, tokoh adat, bupati setempat, pihak Polres Paniai, para saksi, dan Polda Papua,” kata Maneger Nasution via pesan singkatnya kepada Jubi, Rabu (17/12).

Menurut dia, kesimpulan sementara hasil investigasi, patut diduga terjadi pelanggaran HAM.
“Pelanggaran hak hidup, hak untuk tidak disiksa, hak anak, dan hak rasa aman. Kami tim Komnas HAM sudah ke Paniai,” ucapnya.

(JB)

Post Related

Leave a Reply

Your email address will not be published.