Anak-anak asli Papua turut menyemarakkan perayaan Tahun Baru Imlek di Manokwari, Papua Barat. Mereka memainkan barongsai sebagai bentuk rasa saling menghargai antar etnis.
Barongsai identik dengan kebudayaan China. Biasanya barongsai dimainkan warga keturunan Tionghoa. Namun anak-anak asli etnis Papua ikut bermain barongsai.
Sebelum bermain, mereka melakukan berbagai persiapan. Mereka melakukan pemanasan dan berdoa agar aksi tersebut berjalan dengan lancar.
Kemudian mereka melanggak-lenggokkan barongsai di Vihara Budha Prabha. Memang gerakan mereka tak selincah pemain dari etnis Tionghoa. Namun aksi mereka menghibur para pengunjung yang baru saja beribadah di Tahun Baru Imlek.
Herman Rumkabo, satu di antara anak-anak Papua yang bermain barongsai. Ia mengaku senang memainkan barongsai. Ia membutuhkan waktu tiga bulan untuk mempelajari permainan tersebut. Efek positifnya, kecanduannya pada rokok dan minuman keras pun lenyap.
Sementara Ketua Vihara Budha Prabha, Hendri, mengaku pihaknya fokus memberdayakan putra asli Papua dalam permainan tersebut. Tujuannya untuk menjaga rasa toleransi antaretnis. Tak hanya saat Imlek, ia juga mengerahkan anak-anak Papua untuk beraksi barongsai di beberapa even tertentu di provinsi tersebut.
Tinggalkan Komentar