INFO PAPUA
Home » Blog » Tujuh Kecamatan Di Yahukimo Papua Belum Bisa Melakukan Pencoblosan Karena Logistik Belum Tiba

Tujuh Kecamatan Di Yahukimo Papua Belum Bisa Melakukan Pencoblosan Karena Logistik Belum Tiba

4

Pemilu presiden dilaksanakan hari ini. Namun, sebanyak 7 kecamatan dari 51 kecamatan di Yahukimo, Papua belum bisa melakukan pemungutan suara karena belum menerima logistik dari KPU Kabupaten/ kota. Logistik belum dikirim ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) karena kendala cuaca berkabut dan penerbangan yang terbatas.

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Arief Budiman mengatakan pihaknya sudah mengantisipasi keterlabmatan logistik agar tidak terulang seperti Pileg lalu. Lanjutnya, logistik di Yahukimo sudah tiba sejak awal di kabupaten/ kota.

Ia menjelaskan pengiriman logistik ke wilayah tersebut hanya bisa dilakukan pukul 6 hingga 10 pagi, setelah itu cuaca berkabut. “Kalau hari ini tidak bisa terbang, kita tunggu hari berikutnya,” ujarnya usai mencoblos di TPS 12, Jakarta, Rabu (9/7).

Arief mengatakan hanya 7 kecamatan tersebut saja yang hingga kini belum menerima logistik pemilu. Saat ditanya kemungkinan pemilu susulan di kecamatan yang belum mendapatkan logistik, ia mengatakan berdasarkan ketentuan UU dimungkinkan dilaksanakan pemilu susulan.

Lanjutnya, walaupun ada pemilu susulan, pihaknya tetap memberikan target pada KPU daerah untuk mempercepat kinerja mereka sehingga waktu rekapitulasi nasional tidak terganggu. “Pokoknya tanggal 22 Juli rekapitulasi nasional harus selesai. Maka rekap di PPS harus dikurangi supaya endingnya sama,” ujarnya.

Arief melanjutkan Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) di Yahukimo sudah menyiapkan TPS. Tambahnya, jika logistik tiba di tempat mereka perlu untuk memberitahukan kembali pada masyarakat mengenai waktu pemungutan suara. “Tergantung situasi di sana. Lihat situasi dan kondisi,” katanya.

Menanggapi hal di atas, Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi, Titi Anggraini menyayangkan keterlambatan logistik di Yahukimo. Menurutnya, persoalan logistik di sana selalu terjadi dari pemilu ke pemilu. Lanjutnya karena terjadi berulang seharusnya keterlambatan tersebut bisa diantisipasi.

Ia mengatakan karena keterlambatan ini otomatis pemilih di sana tidak bisa menggunakan hak pilihnya hari ini dan mengikuti pemilu susulan. “Disana sangat kompleks cuacanya, untuk surat suara ke depan harus lebih diprioritaskan lagi,” ujarnya.

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.