INFO NABIRE
Home » Blog » Sukseskan Sensus Pertanian 2023, BPS Nabire Gelar Pelatihan Bagi 336 Peserta dari Nabire dan Dogiyai

Sukseskan Sensus Pertanian 2023, BPS Nabire Gelar Pelatihan Bagi 336 Peserta dari Nabire dan Dogiyai

Sensus Pertanian 2023
(Sukseskan Sensus Pertanian 2023, BPS Nabire Gelar Pelatihan Bagi 336 Peserta dari Nabire dan Dogiyai)

Nabire, Dalam rangka mensukseskan kegiatan Sensus Pertanian Tahun 2023 yang akan dilaksanakan tanggal 1 Juni – 31 Juli 2023, Badan Pusat Statistik (BPS) kabupaten Nabire, melaksanakan Pelatihan Petugas Sensus Pertanian, untuk Petugas dari kabupaten Nabire dan kabupaten Dogiyai.

Pelatihan tersebut dilaksanakan selama 3 hari dari tanggal 22-24 Mei 2023, bertempat di Hotel Grand Papua dan Hotel Karya Papua untuk Petugas Sensus dari kabupaten Nabire.

Sedangkan untuk Petugas Sensus Pertanian dari kabupaten Nabire, Pelatihan dilaksanakan di Hotel Delafista.

Maksud dan tujuan dilaksanakannya Pelatihan Petugas Sensus Pertanian ini dalam rangka untuk membekali Petugas di lapangan. Materi-materi yang diajarkan merupakan pertanyaan-pertanyaan yang nanti akan diajukan ke Responden di lapangan.

Hal tersebut disampaikan Agustisnus Hatta selaku Ketua Tim Agro kabupaten Nabire untuk Sensus Pertanian tahun 2023, yang juga bertugas juga untuk mengajar Pelatihan Petugas Sensus Pertanian.

Sementara tujuan dilaksanakannya Sensus Pertanian itu sendiri adalah untuk mencatat semua kegiatan pertanian dari 7 sub sektor dan mencatat seluruh Petani yang ada di Indonesia khususnya di Nabire dan Dogiyai.

Dengan adanya Sensus Pertanian ini diharapkan data-data Petani akan tercover dan data tersebut akan digunakan instansi lain untuk mengambil kebijakan.

Dikatakan Agustinus Hatta, ada 194 orang Petugas Sensus dari kabupaten Nabire dan 142 orang Petugas Sensus dari kabupaten Dogiyai.

Pelatihan Petugas Sensus dilaksanakan dalam lima gelombang masing-masing sebagai berikut :

  • Gelombang I : 22-24 Mei 2023

  • Gelombang II : 26-28 Mei 2023

  • Gelombang III : 29-31 Mei 2023

  • Gelombang IV : 5-7 Juni 2023

  • Gelombang V : 8-10 Juni 2023

Selama pelaksanaan Sensus Pertanian, kegiatan yang akan dilakukan adalah pemutakhiran nama-nama Responden yang ada di wilayah RT atau desa. Nama-nama tersebut akan dilist apakah Petani atau bukan, kemudian dicacah dengan dokumen yang saat ini sedang dipakai untuk latihan saat ini.

“Secara umum, pelaksanaan Sensus Pertanian akan dilaksanakan di seluruh wilayah Republik Indonesia. Khusus untuk kabupaten Nabire dan Dogiyai, sasarannya dari tingkat RT hingga tingkat terbesar. Semua warga akan dicacah, kecuali yang bukan Petani. Tetapi keberadaan Petani akan dicari dengan sistem Snow Ball, artinya Petugas Sensus akan menghubungi Ketua Lingkungan setempat dan menanyakan apakah di lingkungan tersebut ada warga yang jadi Petani, jika ada maka akan dilakukan pencacahan”, papar Agustinus.

Kendala yang dihadapi kata Agustinus adalah fasilitas tempat pelatihan, ruang pelatihan yang kurang memadai, kamar untuk penginapan masih kurang, sehingga tidak bisa dilaksanakan 2 kelas.

Selain itu, SDM masih sangat kurang. Kita harus memulai dari bawah untuk mengajar dan membimbing mereka menjadi Petugas yang lebih handal.

“Salah satu tujuan kami mengadakan Pelatihan ini yaitu untuk membina mereka (Petugas Sensus Pertanian) dan membekali mereka dengan materi yang nantinya akan dipakai di lapangan untuk kegiatan Sensus”, kata Agustinus Hatta.

Selama pelatihan selama 2 hari ini, banyak Peserta yang aktif di kelas. Bervariasi. Terutama untuk teman-teman yang sering ikut Pelatihan, mereka ingin tahu. Sedangkan bagi mereka yang baru ikut pelatihan, mereka mungkin masih malu. Tetapi secara keseluruhan para Peserta lebih pro aktif.

“Pesan saya kedepannya, masyarakat dan warga di Kabupaten Nabire yang ingin menjadi Petugas, kalaupun ada kegiatan-kegiatan seperti ini, kami mengajak bisa bergabung dengan kami dengan ketentuan kami akan melakukan tahap seleksi sehingga bisa mendapatkan Petugas yang siap pakai di lapangan. Dengan adanya kemajuan teknologi, kita dituntut untuk mengikuti perkembangan kemajuan teknologi tersebut”, tandas Agustinus.

Di tempat yang sama, Nabire.Net berkesempatan mewawancarai salah seorang Peserta Pelatihan, Fredrik Marsel Zakheus.

Dikatakan Fredrik, “selama 2 hari Pelatihan, dirinya belajar tentang Sensus Pertanian khususnya tata cara ST 2023 L1 UTP dan L2 UTP, dimana kita belajar mengisi keterangan tempat, keterangan anggota rumah tangga, ketahanan unit usaha pertanian, tanaman semusim dan tanaman tahunan”.

Lebih lanjut, Fredrik Marsel mengatakan, Pelatihan ini penting untuk mencari pengalaman di bidang pertanian sehingga kedepannya tidak menutup kemungkinan dirinya bisa mengembangkan diri di sektor pertanian, khususnya bagi Orang Asli Papua.

Terkait kendala yang dihadapi khususnya untuk pendalaman materi, Fredrik mengaku bisa mengikuti dengan lancar. Namun dia berharap saat turun lapangan nanti untuk melaksanakan Sensus Pertanian juga bisa berjalan dengan lancar.

“Bagi kita di Papua, kiranya Sektor Pertanian bisa lebih bisa berkembang kedepannya baik di bidang budidaya. Kita harus banyak-banyak belajar, begitu ada masukan dari pihak luar, kalau kita bisa kembangkan kita kembangkan, jangan kita monoton di satu tempat saja”, pungkas Fredrik kepada Nabire.Net.

[Nabire.Net/Edi Sutrisno]


Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.