INFO NABIRE
Home » Blog » Pemkab Nabire Kucurkan Rp3,6 Miliar Dana Otsus untuk IKM Orang Asli Papua

Pemkab Nabire Kucurkan Rp3,6 Miliar Dana Otsus untuk IKM Orang Asli Papua

(Pemkab Nabire Kucurkan Rp3,6 Miliar Dana Otsus untuk IKM Orang Asli Papua)
(Pemkab Nabire Kucurkan Rp3,6 Miliar Dana Otsus untuk IKM Orang Asli Papua)

Nabire, Pemerintah Kabupaten Nabire mengalokasikan dana sebesar Rp3,6 miliar dari Otonomi Khusus (Otsus) untuk memperkuat Industri Kecil dan Menengah (IKM) yang dikelola Orang Asli Papua (OAP).

Anggaran tersebut diarahkan untuk menyediakan berbagai mesin dan peralatan produksi sekaligus meningkatkan keterampilan pelaku usaha melalui program pelatihan. Pemerintah daerah berharap bantuan ini tidak berhenti sebagai fasilitas produksi, tetapi mampu mendorong pertumbuhan usaha dan meningkatkan pendapatan keluarga penerima.

Kepala Dinas Perindustrian Kabupaten Nabire, Yohanis Aris Pakombang, mengatakan program tersebut dirancang dengan menyesuaikan jenis bantuan terhadap kebutuhan dan potensi usaha di masing-masing wilayah.

“Pemkab memberikan bantuan peralatan bagi IKM dan memberikan pelatihan sesuai bantuan untuk meningkatkan skill OAP,” ujar Yohanis di Nabire.

Bantuan disesuaikan dengan potensi daerah

Program pemberdayaan tersebut mencakup 10 jenis fasilitasi mesin atau peralatan yang dilengkapi pelatihan, serta satu fasilitasi peralatan yang diberikan tanpa pelatihan.

Penerima bantuan tersebar di sejumlah distrik dan kampung di Kabupaten Nabire. Jenis peralatan yang diberikan pun cukup beragam, mulai dari mesin jahit hingga perangkat pengolahan makanan dan peralatan usaha berbasis potensi lokal.

Di Distrik Teluk Kimi, misalnya, sebanyak 20 orang mendapatkan mesin jahit sekaligus pelatihan menjahit. Sementara di Distrik Makimi, sebanyak 15 orang memperoleh peralatan dan pelatihan untuk mengembangkan usaha servis elektronik.

Bantuan peralatan ukir kayu diberikan kepada 13 warga di Kampung Samabusa. Kemudian, 20 penerima di Distrik Wanggar mendapatkan fasilitas untuk produksi keripik.

Program serupa juga menyasar Nabire Barat, dengan 20 orang memperoleh peralatan serta pelatihan instalasi listrik.

Di Distrik Menou, Kampung Kenoopi, sebanyak 20 orang mendapatkan mesin untuk mendukung produksi sari gula jahe. Sementara itu, lima kelompok depot air minum di Distrik Nabire turut memperoleh dukungan peralatan.

Bantuan lainnya diberikan kepada pelaku usaha di Kelurahan Wonorejo, berupa mesin pembuatan batako. Ada pula fasilitas produksi bakso berbahan buah merah untuk 20 orang dan peralatan pembuatan kecap bagi 30 penerima.

Satu kelompok usaha juga mendapatkan mesin cetak untuk mendukung pengembangan produk batik Papua.

Dorong produk lokal memiliki nilai tambah

Wakil Bupati Nabire Burhanuddin Pawennari mengatakan penguatan IKM tidak cukup hanya melalui pemberian peralatan. Menurutnya, pemerintah dan pelaku usaha perlu bersama-sama membangun ekosistem kewirausahaan yang mampu menghadapi persaingan pasar.

Produk lokal, kata dia, harus mampu meningkatkan kualitas, mutu, kemasan, hingga daya saing harga agar tidak kalah dengan produk dari luar daerah maupun produk impor.

Burhanuddin juga menyoroti potensi sumber daya lokal Papua yang belum seluruhnya diolah menjadi produk jadi. Sebagian hasil alam masih dipasarkan sebagai bahan mentah sehingga nilai tambah ekonominya belum sepenuhnya dinikmati masyarakat yang menghasilkan.

Karena itu, bantuan mesin dan pelatihan diharapkan membuka peluang bagi pelaku IKM OAP untuk melakukan pengolahan lebih lanjut.

“Ke depan para IKM khususnya Orang Asli Papua dapat mengelola produk-produk mereka dengan lebih baik guna memperoleh nilai ekonomis yang lebih baik,” kata Burhanuddin.

Diharapkan membuka peluang usaha baru

Pemkab Nabire berharap fasilitas produksi yang telah disalurkan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. Selain meningkatkan kapasitas produksi, program tersebut diharapkan menciptakan peluang usaha, memperkuat ekonomi keluarga, dan mendorong munculnya produk lokal yang memiliki daya saing.

Pemerintah daerah juga menempatkan peningkatan keterampilan sebagai bagian penting dari program tersebut agar penerima bantuan tidak hanya memiliki mesin, tetapi juga mampu mengoperasikan dan mengembangkannya untuk kegiatan usaha.

Dengan kombinasi peralatan produksi, pelatihan, dan pemanfaatan sumber daya lokal, IKM OAP di Nabire diharapkan dapat berkembang dari usaha berbasis bahan mentah menjadi produk olahan dengan nilai ekonomi yang lebih tinggi.

[Nabire.Net/Sitti Hawa]

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.