Kehadiran DOB Mapia Raya Bisa Membawa Petaka Bagi Pribumi

Dogiyai – Saat ini isu pemekaran Mapia Raya menjadi trending di media sosial maupun di kalangan masyarakat. Sampai-sampai tim pemekaran memanaskan situasi dengan menghadirkan pemerintah daerah setempat dengan isu penyerahan rekomendasi daerah otonomi baru (DOB).
Namun yang menjadi pertanyaan adalah moratotium tentang daerah otonomi baru yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat itu, apakah telah dicabut ?
Saya pikir sampai detik ini moratorium itu masih belum dicabut oleh pemerintah pusat jadi saya sebagai salah satu intelektual dari Mapia sangat menyayangkan akan hal ini. Sebab dilihat dari sudut pandang pembangunannya, kabupaten induk saja masih berumuran belia dan tak ada perubahan sama sekali. Malahan terjadi kemunduran seratus langkah kebelakang dibanding sebelum ada pemekaran.
Dikarenakan setelah hadirnya Daerah Otonomi Baru (DOB), banyak hal yang belum terbayangkan dalam sekejap mata terjadi, salah satu hal yang terjadi sejak DOB itu hadir adalah razia benda tajam seperti pisau anak panah, parang, dan kampak padahal barang barang itu sebagai warisan budaya turun temurun yang masih dipertahankan oleh orang pribumi hingga detik ini.
Selain razia, banyak hal aneh yang terjadi seperti tabrak lari, pemukulan terhadap orang pribumi, penembakan dan pengambilalihan roda perekonomian.
Dengan melihat hal-hal tersebut, kehadiran Daerah Otonomi Baru dapat dikategorikan sebagai kehadiran malapetaka bagi bagi orang pribumi.
Oleh sebab itu kami intelektual beserta masyarakat, alam, leluhur Tota Mapiha dengan tegas mengutuk keras kepada tim pemekaran, dan dengan tegas kami menolak kehadiran Daerah Otonomi Baru di daerah Tota Mapiha.
*Penulis: Nikolaus Wakei
[Nabire.Net]





Tinggalkan Komentar