INFO PAPUA
Home » Blog » Kawasan Teluk Cenderawasih Perlu Dua Bandara Besar Yaitu Biak & Nabire

Kawasan Teluk Cenderawasih Perlu Dua Bandara Besar Yaitu Biak & Nabire

Kepala Dinas Perhubungan Papua, Yusuf Yambe Yabdi mengatakan kawasan Teluk Cenderawasih memerlukan dua bandara yang besar. Untuk itu, selain Biak pihaknya melihat Nabire bisa menjadi alternatif.

“Alternatif lain kami melihat Bandara Nabire, kedepan kami akan lihat untuk kawasan terluk cenderawasih memang perlu dua bandara yang besar,” kata Yusuf Yambe Yabdi kepada wartawan, di Jayapura, Papua.

Yusuf menilai, dari sisi kapasitas, Nabire bisa dikembangkan menjadi satu bandara komersil yang tidak kalah dengan Bandara Frans Kaisepo di Biak.

“Kami harapkan Biak bisa menjadi Bandara pertahanan dan keamanan. Ini yang dalam rencana besar kami, sementara kami terus mendorong Angkasa Pura Biak untuk membuat masterplan untuk bagaimana bandara Kaisepo ini jadi. Kalau untuk Nabire ini masih lama, mungkin 2018 baru bisa beropesai, tapi kami harapkan dari Wanggar kami bisa masuk untuk pegunungan wilayah Barat. Itu yang kami harapkan karena ada dermaga dan bandaranya,” kata Yusuf.

Diakui Yusuf, memang Bandara Biak lebih potensial, hanya yang menjadi persoalan sekarang ada di bawah Angkasa Pura.

“Aset yang ada di Kaisepo dibawah Angkasa Pura jadi dibawah kementerian BUMN. Jadi kalau mau ditingkatkan perlu ada kesepakatan atau kerjasama peningkatan menjadi internasional. Memang potensi untuk Biak besar dari sisi udara, namun dari sisi darat perlu ada penambahan lahan yang cukup luas,” katanya.

Sebelumnya. Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Papua, David Pagawak mengatakan pihaknya sangat mendukung rencana Pemerintah Provinsi Papua untuk aktifkan kembali penerbangan internasional di Bandara Frans Kaisepo, Kabupaten Biak.

“Pada dasaranya kami sangat mendukung. Mengingat Biak banyak terdapat potensi wisata yang sangat banyak, seperti Pulau Padaido, Goa Jepang, bangkai pesawat bekas perang dunia ke II dan lainnya,” kata David Pagawak.

Menurut Pagawak, Gubernur telah mengeluarkan dana cukup besar untuk melepas tanah hak ulayat di sekitar lapangan terbang, sehingga bupati setempat bisa membuat pagar untuk pengamanan bandara.

“Gubenrur sudah mengusulkan agar Bandara Biak dibuka kembali untuk jalur internasional. Dimana gubernur sudah keluarkan uang cukup besar untuk melepas tanah disekitar lapangan terbang, sehingga bupati sana bisa membuat pagar untuk pengamanan,” katanya.

(JB)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.