INFO PAPUA
Home » Blog » Kapolda Papua : Anggota Kami Hanya Melakukan Pengamanan

Kapolda Papua : Anggota Kami Hanya Melakukan Pengamanan

1

Kepala Polisi daerah Papua, Inspektur Jenderal Polisi Yotje Mende menjelaskan, anggotanya hanya melakukan upaya pengamanan saat menembak mati 4 siswa SMA dan seorang pemuda, dan membuat kritis beberap warga sipil di Paniai, senin kemarin (08/12).

“Tapi penembakan dipicu adanya penyerangan terhadap Polsek Kota Enarotali, anggota hanya melakukan upaya pengamanan,” jelas Mende menanggapi peristiwa itu.

Sementara, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Kepolisian Daerah (Polda) Papua Kombes Pol Sulistyo Pujdo Hartono mengimbau warga di Enarotali, Kabupaten Paniai, agar tidak terprovokasi situasi kekinian yang terjadi di daerah itu.

“Masyarakat diharapkan tidak terprovokasi dengan situasi di Enarotali,” kata Kombes Pol Sulistyo Pujdo di Kota Jayapura, Papua, Senin malam.

Hal serupa juga diserukan kepada aparat kepolisian dan TNI yang ada di Enarotali, Kabupaten Paniai dengan harapan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Begitu juga anggota polisi dan TNI yang ada disana. Peristiwa ini kami masih dalami, apakah ada pihak lain terlibat atau kejadian ini seperti apa,” katanya.

Pudjo mengungkapkan banyak kabar yang beredar terkait situasi kekinian di Enarotali, mulai dari jumlah warga yang tewas, luka-luka dan tudingan kepada aparat keamanan.

“Semua ini masih dalam pendalaman. Hari ini (09/12), Polda Papua akan kirimkan tim ke sana untuk mengetahui peristiwa itu, Pak Kabid Propam dan inspektorat akan kesana juga. Termasuk tim dari Kodam, hanya perlu dikonfirmasi ke Pak Kapendam,” katanya.

Seperti dikabarkan sebelumnya, sejumlah warga sipil di Enarotali, Kabupaten Paniai dikabarkan tewas dalam suatu kerusuhan yang belum diketahui motifnya.

Kantor KPU setempat dibakar, markas Koramil Enarotali dan Polsek Paniai Timur ikut kena imbas diserang ratusan warga dengan menggunakan batu, parang dan panah.

Hingga kini, situasi di Enarotali, Kabupaten Paniai masih memanas. Warga nampak berjaga-jaga, anggota Polsek Paniai Timur dan Koramil Enarotali masih terperangkap dalam markasnya masing-masing.

 

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

  • tomorana
    13 Desember, 2014 23:13 pada 23:13

    apapun masalahnya kalau sudah melawan aparat dan membahayakan tumpas saja daripada aparat yang korban masyarakat harus sadar bahwa sekarang bukan jaman seperti dulu seenaknya menggunakan alat tajam dsb dimana peran kepala suku tokoh masya dsb atau mungkin merauke malah sebagai provokator bravo TNI – POLRI kompak selalu

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.