Mengantisipasi peringatan HUT Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang jatuh 1 Desember nanti, pihak Kepolisian Daerah Papua memberlakukan siaga satu. Polda Papua menggelar Operasi Aman Matoa Lima di 31 Polres yang ada di wilayah Papua. “Untuk kelompok bersenjata, kami juga sudah mengupayakan agar dibangun komunikasi dengan pemerintah daerah setempat.” kata Wakil Kepala Kepolisian Daerah Papua Brigadir Jenderal Paulus Waterpauw di Kota Jayapura, Minggu (30/11).
Selain itu, kata Paulus, polisi juga membangun komunikasi dan memonitor secara khusus kelompok Komite Nasional Papua Barat (KNPB) dan kelompok lainnya yang dianggap berseberangan dengan pemerintah
Menurut Paulus, saat ini langkah yang dilakukan para bupati sudah sangat baik, sehingga Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang ada di wilayah pegunungan Papua sudah mau bergabung dengan warga setempat.
Paulus berharap tidak ada warga yang mengibarkan bendera Bintang Kejora pada 1 Desember 2014 besok. Bila hal itu dilakukan, lanjutnya, polisi akan menangkapnya.
“Intinya, aktivitas apapun terkait peringatan HUT OPM 1 Desember yang dibungkus kegiatan apapun tak diizinkan, apalagi melakukan perbuatan melawan hukum, pasti ditindak tegas,” jelasnya.
Sementara itu, Komite Nasional Papua Barat (KNPB) di seluruh Papua menyatakan tidak akan melakukan pengibaran bendera bintang Fajar pada peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Papua yang ke-53 di tanah Papua Barat dari Sorong hingga Samarai.
“Kepada seluruh pengurus wilayah dan seluruh anggota KNPB dari Sorong hingga Samarai, tak akan melakukan upacara pengibaran bendera secara terbuka di kota. Namun, KNPB akan mengadakan ibadah syukuran dengan damai di wilayah masing-masing,” tegas Bazoka Logo, Jubir Nasional KNPB Pusat kepada wartawan.
Untuk itu, KNPB menyampaikan kepada pemerintah Indonesia, dalam hal ini Polda Papua dan Pangdam Cenderawasih, tak perlu membatasi dan melarang rakyat Papua untuk memperingati hari bersejarah orang Papua Barat.
“Keberadaan Indonesia di Papua Barat itu illegal. Karena, keberadaan Indonesia di tanah Papua hanya datang cari makan. Papua sudah merdeka Sebelum Indonesia ada di Papua, dan itu tercatat dalam sejarah,” tegas Bazoka.
Sementara itu, Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Papua Irjen Pol. Drs. Yotje Mende,SH,M.Hum. memperingatkan orang Papua untuk tidak macam-macam, apalagi sampai berani mengibarkan bendera Bintang Kejora di wilayah Indonesia.
“Tidak ada hari ulang tahun itu karena itu (OPM,red) adalah organisasi terlarang di Indonesia. Saya sudah instruksikan seluruh jajaran saya, jika ada bendera Bintang Kejora, maka harus ditindak tegas karena itu tidak benar. Kita adalah NKRI, mereka menggemborkan adanya OPM, itu saya anggap tidak ada,” tegas Kapolda kepada wartawan saat ditemui usai memimpin Gelar Pasukan Operasi Zebra di Mapolda Papua, beberapa waktu lalu.
Selain itu, Panglima Kodam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Fransen G Siahaan juga mengatakan hal yang sama. Seluruh Papua dilihatnya masih dalam situasi kondusif. Bahkan pihaknya juga telah menggelar pasukannya di daerah pegunungan dengan kewaspadaan penuh. Pangdam menjawab dengan jelas, jika OPM menyakiti hati rakyat maka akan ditindak secara hukum.
Termasuk tanggal 1 Desember yang biasanya menimbulkan gejolak di Papua, juga ditanggapi dengan santai oleh Pangdam. Meski demikian, Pangdam sejalan dengan Kapolda, jika pihaknya diminta bantuan oleh kepolisian untuk menindak tegas pengibar Bintang Kejora, TNI siap sedia.
Tinggalkan Komentar