INFO NABIRE
Home » Blog » Dinas Peternakan Nabire Lakukan Desinfeksi dan Inspeksi untuk Cegah Penyebaran ASF

Dinas Peternakan Nabire Lakukan Desinfeksi dan Inspeksi untuk Cegah Penyebaran ASF

(Kepala Dinas Peternakan kabupaten Nabire, drh. I Dewa Ayu Dwita, K.M., bersama Staf saat memimpin kegiatan inspeksi mendadak di pasar hewan)

Nabire, Dinas Peternakan Kabupaten Nabire melaksanakan kegiatan penyemprotan (desinfeksi) di Pasar Hewan Bumi Wonorejo serta di peternakan babi milik masyarakat, Kamis (01/01/2024).

Kegiatan ini merupakan bagian dari langkah-langkah kewaspadaan untuk memastikan tidak ada penyebaran virus African Swine Fever (ASF) di kabupaten Nabire.

Kepala Dinas Peternakan kabupaten Nabire, drh. I Dewa Ayu Dwita, K.M., memimpin langsung kegiatan ini didampingi sejumlah Staf Dinas Peternakan Nabire.

“Hari ini kami melaksanakan kegiatan penyemprotan/desinfeksi di wilayah Bumi Wonorejo yaitu di Pasar Hewan serta di peternakan masyarakat. Kegiatan ini akan terus dilakukan per wilayah dengan mengutamakan sentra-sentra peternakan yang mobilitas ternaknya tinggi”, kata drh. I Dewa Ayu Dwita, K.M.

Selain melakukan desinfeksi, Kepala Dinas Peternakan Nabire bersama Staf melaksanakan inspeksi di tempat penjualan babi yang ada di Pasar Karang Tumaritis. Kegiatan ini selanjutnya akan mengarah ke para penjual daging babi yang ada di wilayah Kalibobo atau Oyehe.

Sebagai informasi, ratusan ternak babi di kabupaten Mimika, Papua Tengah, dilaporkan mati akibat Virus Asian Swine Fever (ASF). Mengantisipasi kasus tersebut, Dinas Peternakan kabupaten Nabire terus melakukan langkah-langkah kewaspadaan berkoordinasi dan melakukan sosialisasi kepada masyarakat, khususnya para peternak babi yang ada di kabupaten Nabire, mengacu kepada surat edaran yang dikeluarkan oleh Bupati Nabire.

(Baca Juga : Kadis Peternakan Nabire : Belum Ada Kasus ASF di Nabire, Peternak Diminta Waspada dan Tidak Impor Babi dari Timika)

African Swine Fever (ASF) merupakan penyakit pada babi yang disebabkan oleh virus ASF (ASFV) dari famili Asfarviridae. Penyakit ini menimbulkan berbagai pendarahan organ internal pada babi domestik maupun babi hutan. ASF sangat menular dengan angka kematian yang sangat tinggi. Belum ada vaksin atau pengobatan efektif untuk penyakit ini.

Menurut informasi dari Kantor Berita Antara, dugaan sementara penyebab virus ASF masuk ke Mimika adalah dari oleh-oleh produk babi berupa dendeng asap dan sei. Produk makanan tersebut diambil peternak dan dicampurkan ke dalam pakan babi.

[Nabire.Net]



Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.