Tidak semua pemuda Papua berkesempatan untuk menempuh pendidikan tinggi, apalagi di luar Jawa. Faktanya, hanya sekira enam persen pemuda Papua yang terdaftar sebagai mahasiswa di Perguruan Tinggi Negeri (PTN).
Demikian disampaikan salah satu tokoh pendidikan Papua, August Kafiar dalam diskusi bertajuk ‘Prespektif Pengembangan Pendidikan di Papua:Problematika dan Strategi Pengembangan Pendidikan di Papua’ di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.
Mantan Rektor Universitas Cenderawasih (Uncen) Papua itu menyangkan minimnya jumlah anak-anak Papua yang mengenyam pendidikan hingga perguruan tinggi. Oleh karena itu, dia berharap mahasiswa asal Papua lebih fokus pada pendidikan yang digelutinya saat ini.
“Tidak banyak anak-anak Papua yang memperoleh kesempatan untuk mendapatkan pendidikan di Jawa. Hanya ada sekitar enam persen mahasiswa asal Papua yang terdaftar di PTN,” kata August, seperti dinukil dari situs UGM, Selasa (3/6/2014).
August mengimbau, setelah menyelesaikan studi baik di UGM maupun perguruan tinggi lain di DIY, mahasiswa asal Papua hendaknya kembali ke Papua. Mereka, lanjutnya, harus menjadi bagian penting dari upaya bersama untuk senantiasa meningkatkan kualitas pendidikan di Papua.
Para mahasiswa, papar August, ialah menjadi pengawas dalam setiap pembangunan yang terjadi di Papua. ”Saya pikir tugas mahasiswa Papua juga harus melakukan kontrol terhadap pembangunan di Papua,” tuturnya.
Pesan senada turut diungkapkan Dekan Fakultas Hukum UGM, Paripurna Sugarda. Dia menegaskan, keberadaan mahasiswa Papua yang ada di UGM diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi pengembangan pendidikan di Papua.
“Saya harap UGM dapat membuka pintu selebar-lebarnya untuk mahasiswa Papua. Lebih banyak lagi mahasiswa Papua di UGM, lebih baik,” urai Paripurna.
Tinggalkan Komentar