INFO PAPUA
Home » Blog » Caleg Paniai & Deiyai Demo Di Panwas Provinsi

Caleg Paniai & Deiyai Demo Di Panwas Provinsi

1

Sejumlah Caleg yang merasa dirugikan karena dukungan suara mereka diduga telah dimanipulasi di tingkat KPU, Selasa lalu (10/06/2014), sekitar pukul 09.00 WIT, mendatangi kantor Panwas Provinsi. Menggunakan kendaraan roda dua dan roda empat, membawa sejumlah pamplet dan sebuah spanduk yang bertuliskan tentang sikap mereka sesuai pengaduan kepada Panwas, untuk melakukan aksi demo Damai.

Caleg Kabupaten Deiyai dan Paniai sebelum melakukan demo, para Caleg datangi kantor Panwas. Namun para Caleg tidak berhasil ketemu dengan para anggota Panwas karena tidak ada di tempat. Para Caleg, Selasa (10/6), melakukan aksi demo damai dengan tujuan meminta rekomendasi Panwas.

Massa yang  berjumlah ratusan orang, setelah tiba di kantor Panwas langsung melakukan orasi secara bergantian. Setelah berapa jam kemudian, massa yang terdiri dari para Caleg dan mahasiswa ini, diterima langsung salah seorang staf sekretariat kantor Panwas Provinsi Papua.

Salah seorang Caleg Meki Badi kepada wartawan media ini mengatakan, Calag  dari dua Kabupaten Paniai dan Deiyai, bersepakat gabung melakukan aksi demo di kantor Panwas Provinsi. Karena para Caleg yang datang dari kedua kabupaten, merasa dirugikan. Karena dukungan suara para Caleg diduga telah dimanispulasi di tingkat KPU di kedua kabupaten tersebut. Sehingga para Caleg yang merasa tidak terima ini, telah datangi kantor Panwas provinsi untuk meminta rekomendasi.

“Sebelum melakukan aksi demo ini, kami datangi ke kantor panwas untuk ketemu dengan para anggota panwas. Tetapi selama kami datang cek di kantor panwas, tidak ada ditempat sehingga tidak perna ketemu dengan para anggota panwas.  Sehingga terpaksa hari ini kami melakukan aksi demo damai,” katanya.

Para Caleg ini datangi kantor panwas masing–masing punya persoalan yang  berbeda-beda. Ada Caleg yang suaranya dimanipulasi, ada Caleg yang dukungan suaranya dipindahkan ke Caleg lain. Dan ada Caleg lain yang dukungan suaranya mencapai ketentuan tetapi tidak terpilih dan lainnya. Sehingga para Caleg ini datang mengadu ke Panwas untuk meminta rekomendasi untuk selanjutnya mereka proseskan sesuai hukum yang berlaku di negara ini.

“Kami datangi terus ke kantor Panwas namun hingga saat ini anggota tidak ada di tempat sehingga kami tidak berhasil ketemu dan tidak pernah menerima kami punya keberatan yang disampaikan ke Panwas provinsi.  Sehingga kami akan tunggu saja hingga kami punya pengaduan bisa diterima,” katanya.

Dia menambahkan, jika tidak terima keberatan para Caleg maka akan melakukan aksi demo yang lebih besar lagi.  Dan akan melakukan aksi demo terus hingga keberatan diterima dan mengeluarkan rekomendasi.

“Kami akan tuntut terus hingga diterima aspirasi kami dan dapat berikan kejelasan dari anggota Panwas agar kami juga bisa puas. Jika tidak terima maka kami akan boikot Pilpres,” ungakpnya.

Dia juga mengharapkan, para anggota Panwas dapat menerima aspirasi ini agar puas atas keberatan dan merasa dirugikan. Jika tidak diindahkan aspirasi ini maka bersama 12 kabupaten lainnya, akan boikot pelaksanaan Pilpres mendatang.

(Papuaposnabire)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.