Bupati Kabupaten Paniai, Hengky Kayame dengan tegas menyampaikan sikapnya soal keberadaan prostitusi di lokasi penambangan Kali Degeuwo, Baya Biru, Taayaga di Distrik Bogobaida Kabupaten Paniai.
Menurut Bupati, aktivitas prostitusi di lokasi tersebut sudah sangat meresahkan masyarakat setempat dan pemerintah daerah, karenanya ia perintahkan untuk tutup lokasi tersebut.
“Untuk penambangan emas silahkan saja, tapi yang kami tolak keras adalah bentuk prostitusi, yaitu pekerja seks komersial (PSK) dan Miras itu haram. Itu yang kami tidak mau,” tegas Bupati Kayame di Jayapura, Senin (23/06/14).
Ia juga merasa sedikit terusik dengan jumlah pengidap HIV/AIDS di Paniai yang menyaingi kabupaten lainnya dan masuk dalam tiga kabupaten dengan jumlah pengidap terbesar di Papua.
Disinyalir, lanjut Hengky, salah satu penyebab tingginya penderita penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia ini karena adanya bentuk prostitusi.
“Persoalan ini kami sedang upayakan untuk hentikan di wilayah Degeuwo. Saya tidak mau lagi ada kegiatan seperti ini di Paniai. Kami ingin berbenah dan hal seperti ini tidak ada toleransi lagi,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Komisi A DPR Papua, Yulius Miagoni membenarkan adanya hal ini. Dari kunjungannya beberapa waktu lalu ke Distrik Bogobaida, ternyata tak sedikit jumlah PSK yang beroperasi di lokasi penambangan emas itu.
“Sebenarnya justru ini yang jadi masalah serius. Di sana PSKnya tak terkontrol dan parahnya lagi masyarakat setempat tak khawatir jika berhubungan dengan mereka. Jadi, saya pikir ini perlu ditindaklanjuti,” tutur Yulius beberapa waktu lalu.
Thobias Bagubau juga pernah mengomentari hal serupa. Kata dia, jika pemerintah tak segera mengambil sikap, maka akan semakin banyak korban yang bisa terjangkit HIV/AIDS dan meninggal karena konsumsi Miras.
“Bukan hanya PSK, tapi yang lebih merajalela itu penjualan Miras yang ditukar dengan emas alias barter. Kenyataan itu sangat parah, bahkan sampai sekarang tidak ada pihak yang melihat fenomena ini,” kata Thobias.
“Untuk menyuarakan ditutupnya tempat lokalisasi di Degeuwo, kami sudah lakukan bekerja sama dengan LMA Kabupaten Paniai. Tetapi sepertinya perlu ada dukungan dari semua pihak terutama pemerintah Paniai,” tuturnya berharap.
Tinggalkan Komentar