Batal Buka Pesparawi XII Se-Tanah Papua, Warga Papua Kecewa Dengan Presiden Jokowi
Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) XII se-Tanah Papua, resmi dibuka jumat malam 15 September 2017, oleh Gubernur Papua, Dominggus Mandacan, di Stadion Triton Kaimana, Papua Barat.
Gelaran Pesparawi yang sudah dilaksanakan sejak tanggal 9 September 2017 itu, memang baru dibuka tanggal 15 September dari yang direncanakan tanggal 9 September. Pengunduran tersebut karena instruksi Sekretaris Negara yang meminta diundur karena akan dihadiri Presiden Joko Widodo. Namun walaupun sudah diundur, Presiden Joko Widodo tetap berhalangan hadir karena ada kesibukan.
Akibat hal tersebut, warga Papua merasa kecewa dengan hal itu, lantaran kegiatan ini diikuti oleh 6 ribu lebih peserta dari 39 kabupaten/kota se Papua dan Papua Barat, dengan harapan bisa melihat langsung Presiden Joko Widodo membuka secara resmi kegiatan tersebut, namun impian tersebut buyar.
Pemerhati HAM yang juga tokoh agama Papua, John Djonga menilai, Jakarta telah diskriminatif terhadap Papua.
“Jakarta masa bodo dengan kegiatan akbar di Papua. Padahal, tidak mudah mengumpulkan ribuan rakyat Papua dari pegunungan dan pesisir di pelosok-peosok untuk ke Kaimana, menempuh perjalanan yang sangat jauh,” tutur dia.

Secara politis, ketidakhadiran Presiden merupakan kegagalan membangun tali kasih dengan rakyat Papua. Padahal, kata Djonga, acara Pesparawi merupakan kegiatan strategis yang bisa membangun komunikasi lebih jujur antara pemerintah pusat dan rakyat Papua.
“Selama ini, presiden ganti presiden, rakyat Papua tidak percaya terhadap Jakarta. Ini peluang emas yang disia-siakan Jokowi, apalagi menjelang Pemilu 2019,” kata Djonga.
[Nabire.Net]






Tinggalkan Komentar