ASN di Ilaga Ditikam OTK, Pisau Masih Tertancap di Leher Korban
Puncak, Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) bernama Muchsin Muchtar menjadi korban penikaman oleh orang tak dikenal (OTK) di Kompleks Pasar Kago, Kampung Kago, Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, Provinsi Papua Tengah, Minggu (1/11/2026) sore.
Peristiwa penikaman tersebut terjadi sekitar pukul 17.40 WIT, tepatnya di depan rumah sekaligus bengkel milik korban. Berdasarkan laporan awal kepolisian, korban mengalami luka tusuk di bagian leher setelah diserang secara tiba-tiba oleh pelaku yang datang dari arah belakang.
Saat kejadian, Muchsin Muchtar sedang duduk di atas sepeda motornya di depan rumah. Tanpa diduga, seseorang yang belum diketahui identitasnya menyerang korban menggunakan senjata tajam berupa pisau.
Akibat serangan tersebut, pisau dilaporkan menancap di bagian belakang leher korban hingga menembus ke arah depan leher. Dalam kondisi terluka, korban berlari menuju jalan untuk meminta pertolongan.
Sementara itu, pelaku melarikan diri ke arah belakang rumah atau bengkel milik korban. Hingga laporan awal tersebut disusun, identitas dan keberadaan pelaku belum diketahui.
Korban Dievakuasi ke RSUD Ilaga
Setelah kejadian, korban mendapat bantuan dari sejumlah orang di sekitar lokasi, termasuk Mamat dan Ahmad. Korban kemudian dievakuasi menggunakan sepeda motor menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ilaga untuk mendapatkan penanganan medis.
Namun, berdasarkan laporan kepolisian, pisau yang digunakan dalam penyerangan tersebut masih tertancap di tubuh korban. Kondisi ini membuat penanganan medis di RSUD Ilaga menghadapi kendala karena keterbatasan peralatan medis.
Korban direncanakan dirujuk ke RSUD Mimika pada Senin (2/11/2026) untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Proses rujukan tersebut direncanakan didampingi oleh pihak keluarga.
Belum ada informasi lebih lanjut mengenai perkembangan kondisi kesehatan korban setelah mendapatkan penanganan awal di RSUD Ilaga.
Polisi Lakukan Penyelidikan
Menindaklanjuti peristiwa tersebut, personel Polres Puncak telah mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) dan melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian.
Polisi juga telah meminta keterangan dari korban dan saksi untuk mengumpulkan informasi awal mengenai peristiwa penikaman tersebut.
Sejumlah barang milik korban, berupa jaket, celana panjang, baju, dan celana dalam, tercatat dalam laporan sebagai barang bukti. Sementara itu, pisau yang diduga digunakan pelaku belum dapat diamankan karena masih tertancap di tubuh korban dan korban membutuhkan penanganan medis lebih lanjut.
Adapun langkah penyelidikan berikutnya meliputi pembuatan laporan kejadian, pemeriksaan saksi-saksi, pelaksanaan olah TKP, serta pencarian terhadap pelaku.
Hingga laporan awal kepolisian tersebut disampaikan, belum ada keterangan mengenai motif penikaman maupun identitas orang yang diduga melakukan penyerangan.
Polisi masih perlu melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap kronologi secara lengkap, mengetahui motif kejadian, dan mengidentifikasi pelaku yang bertanggung jawab atas penyerangan terhadap Muchsin Muchtar.
Perkembangan kasus ini, termasuk kondisi korban dan hasil penyelidikan kepolisian, masih menunggu informasi resmi lebih lanjut.
[Nabire.Net]





Tinggalkan Komentar