Minggu Kasih, Kapolres Dogiyai Ajak Jemaat GKI Agape Mapia Jaga Kamtibmas
Dogiyai, Kapolres Dogiyai KOMPOL Dr. Piter Kendek mengajak jemaat Gereja GKI Agape Mapia untuk berperan aktif menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan Minggu Kasih yang berlangsung di Kampung Bomomani, Distrik Mapia, Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah, Minggu (1/11/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIT itu menjadi momentum bagi kepolisian untuk mempererat hubungan dengan masyarakat sekaligus menyampaikan pesan-pesan keamanan melalui pendekatan keagamaan dan dialog yang humanis.
Kapolres Dogiyai hadir bersama sejumlah pejabat utama Polres Dogiyai, di antaranya Kabag Log IPTU Lapik, Kasat Lantas IPDA Satrio D. Soetrisno, Kasat Binmas IPDA Feryando T. Sinaga, S.H., M.H., dan Kasat Samapta IPDA Roland D. Masoka.

Kegiatan tersebut juga diikuti personel Polres Dogiyai, personel Polsek Mapia, personel BKO Brimob Polda Papua Barat, serta 15 warga jemaat GKI Agape Mapia.
Kapolres Dogiyai Tekankan Pentingnya Persaudaraan dan Kedamaian
Rangkaian Minggu Kasih diawali dengan kedatangan Kapolres bersama jajaran pejabat utama di Gereja GKI Agape Mapia sekitar pukul 08.50 WIT. Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan ibadah bersama jemaat pada pukul 09.00 WIT.
Ibadah berlangsung khidmat hingga selesai pukul 10.27 WIT. Setelah itu, Kapolres menyampaikan sambutan sekaligus mengajak jemaat menjadikan nilai-nilai keimanan, kasih, persaudaraan, dan kebersamaan sebagai dasar dalam kehidupan bermasyarakat.

Menurut Kapolres, kehadiran Polri di tengah masyarakat tidak hanya berkaitan dengan penegakan hukum, tetapi juga merupakan bentuk komitmen untuk memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.
“Kehadiran Polri di tengah masyarakat merupakan bentuk komitmen kami dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan untuk menciptakan situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif,” ujar KOMPOL Piter Kendek.

Ia menegaskan, terciptanya situasi keamanan yang kondusif membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Karena itu, jemaat diharapkan dapat terus menjaga kerukunan, mempererat hubungan persaudaraan, serta membangun komunikasi yang baik dengan kepolisian.
Jemaat Diimbau Tidak Mudah Terpengaruh Hoaks
Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Dogiyai juga mengingatkan masyarakat agar lebih bijak menerima dan menyebarkan informasi, terutama berita bohong atau hoaks yang berpotensi memicu kesalahpahaman, konflik, dan perpecahan.
Ia mengajak jemaat untuk memperkuat sinergi dengan tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda dalam menjaga stabilitas keamanan di Kabupaten Dogiyai.

Perhatian khusus turut diberikan kepada generasi muda. Kapolres mengimbau para pemuda agar menjauhi minuman keras, tindakan kekerasan, serta berbagai bentuk pelanggaran hukum yang dapat merugikan diri sendiri, keluarga, dan lingkungan sekitar.
Kapolres menekankan bahwa tanggung jawab menjaga keamanan bukan hanya berada di tangan kepolisian, melainkan juga membutuhkan kesadaran dan partisipasi masyarakat.

“Kamtibmas yang aman bukan hanya tanggung jawab Polisi, tapi butuh dukungan dan partisipasi seluruh elemen masyarakat. Jadikan momentum Minggu Kasih ini sebagai sarana mempererat silaturahmi, membangun kepercayaan dan kebersamaan,” tegasnya.
Polres Dogiyai Bagikan Makanan kepada Jemaat
Sebagai wujud kepedulian dan kebersamaan, Kapolres Dogiyai menyerahkan makanan kotak kepada seluruh jemaat GKI Agape Mapia sekitar pukul 10.43 WIT.

Penyerahan tersebut disambut hangat oleh jemaat dan menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan antara Polri, gereja, dan masyarakat.
Seluruh rangkaian kegiatan Minggu Kasih berakhir pada pukul 11.22 WIT. Kegiatan berlangsung aman dan kondusif.

Melalui kegiatan ini, Polres Dogiyai berharap komunikasi dan kemitraan dengan masyarakat semakin kuat. Pendekatan humanis melalui kegiatan keagamaan diharapkan turut mendorong terciptanya kehidupan yang rukun, damai, serta situasi kamtibmas yang terjaga di Kabupaten Dogiyai.
[Nabire.Net]





Tinggalkan Komentar