Ini Penyampaian Aspirasi Warga Dogiyai Kepada Anggota DPR-RI Yan Mandenas

Dogiyai, Anggota DPR RI Komisi I, Yan Permenas Mandenas, S.Sos, M.Si, melakukan kunjungan ke kabupaten Dogiyai, Kamis (03/03).
Yan Mandenas dan rombongan tiba di Kantor Bupati Dogiyai, Kamis sore pukul 15.30 WIT.
Kedatangan Yan Mandenas dan rombongan disambut oleh Sekda Dogiyai, Drs. Petrus Agapa, M.Si, bersama unsur Forkopimda, ditandai dengan pengalungan noken anggrek asli Dogiyai.
Sekda mengucapkan selamat datang kepada Bapak Yan Mandenas dan rombongan yang tiba di Dogiyai setelah sebelumnya berkunjung ke Paniai.
Sekda dalam kesempatan yang sama juga membacakan tentang kondisi demografi kabupaten Dogiyai serta potensi alam yang ada di kabupaten Dogiyai.
Sementara itu program kerja kabupaten Paniai dibacakan oleh Kepala Bappeda kabupaten Dogiyai, Yakobus Dogomo, S.Sos.
Acara dilanjutkan dengan penyampaian aspirasi dari Tokoh Perempuan dan juga dari Ketua Dewan Adat Wilayah Meepago, Germanus Goo serta Tokoh Pemuda Dogiyai, Benny Goo.
Dalam penyampaiannya, Germanus Goo, mengucapkan terima kasih kepada Yan Mandenas yang berkunjung ke Dogiyai.
Germanus Goo juga mengaku bangga dengan adanya anak adat yang duduk di DPR RI dan mau berkunjung mendengar aspirasi dari warga masyarakat di Dogiyai.
Germanus Goo juga meminta kepada semua pihak termasuk anggota DPR-RI Yan Mandenas untuk menyelamatkan tanah Papua, alam Papua dan manusia Papua.
Germanus Goo juga meminta agar kekerasan di tanah Papua dihentikan. Demikian juga dengan persoalan Blok Wabu di Intan Jaya, Germanus juga meminta agar tidak boleh ada pertambangan di SDA.
Di akhir sambutannya, Germanus menegaskan agar minuman keras di wilayah Meepago agar segera dihentikan, dan siapapun yang mensponsori hal ini agar segera ditindak.
Sementara itu Tokoh Pemuda Dogiyai, Benny Goo, dalam sambutannya mengatakan, acara kali ini hanyalah acara biasa saja, karena hanya berkaitan dengan Otonomi Khusus (Otsus) Jilid 2.
Oleh karena itu, Benny Goo menegaskan bahwa rakyat di Dogiyai bahkan di Papua menolak secara tegas adanya Otsus Jilid 2.
Benny Goo juga menyesalkan perundingan soal Otsus tidak dibicarakan di Papua tetapi malah dibahas di Jakarta.
Terkait pemekaran Provinsi Papua Tengah, Benny Goo menegaskan, bahwa rakyat Dogiyai menolak pemekaran provinsi Papua Tengah.
Di akhir sambutannya, Benny Goo menolak kehadiran Polres, Kodim dan produk hukum tentang miras di Dogiyai.
[Nabire.Net/Ones Yobee]






Leave a Reply