Pengukuhan Koalisi Muda Indonesia Untuk Kependudukan & Pembangunan Provinsi Papua

Jayapura, Kehadiran Koalisi Muda Kependudukan (KMK) merupakan suatu wadah yang efektif dalam menampung aspirasi anak muda yang peduli tentang populasi dan isu-isu kependudukan di Indonesia.
Berkaitan dengan hal itu, telah dilaksanakan pelantikan pengurus KMK Provinsi Papua, Jumat (12/11), pukul 14.00 WIT, bertempat di Kantor BPMK Provinsi Papua.
Adapun pengurus KMK yang dilantik adalah sebagai berikut :
1. Ketua Umum : Yanto Kadepa, S.Pd
2. Sekretaris : Salmon Wandik
Dikatakan Ketua Umum KMK, Yanto Kadepa, S.Pd, KMK dibentuk atas kesadaran betapa pentingnya peran pemuda dalam mengatasi masalah kependudukan, supaya melalui KMK itu ide-ide dari pemuda kemudian dijaring melalui berbagai kegiatan dalam rangka komunikasi, informasi, pendidikan, dan advokasi kepada para pembuat kebijakan, pemangku kepentingan serta diantara anak muda.

KMK telah berdiri di 35 lebih provinsi di Indonesia sedangkan isu-isu yang menjadi fokus gerakan KMK adalah pendidikan, kesehatan, gender, bahaya free sex, HIV/AIDs, narkoba dan pemberdayaan pemuda. Kalau di Papua ini untuk ketiga kali dibentuk selanjutnya akan coba disebar pembentukan KMK untuk 29 kabupaten dan kota se-Papua.
Dalam merealisasikan gerakan tersebut KMK bergerak dengan enam komisi yakni Komisi I. Kependudukan dan Keluarga Berencana, Komisi II. Kemiskinan, Gizi dan Penduduk Rentan, Komisi III. Pemberdayaan Perempuan, Remaja dan Perlindungan Anak, Komisi IV. Kemitraan dan Pemberdayaan Masyarakat, Komisi V. Pelatihan, Pendidikan dan Pengembangan Kualitas SDM, Komisi VI. Kelembagaan dan Peraturan dan Komisi VII. Hubungan Masyarakat dan Manajemen Data
Misalnya kuliah umum di universitas, kampanye melalui majalah maupun radio, seminar, sarasehan dan kemah pemuda.
Pentingnya keberadaan KMK itu, pemuda menjadi corong dalam penanganan masalah kependudukan. Jika masalah kependudukan bisa diminimalisasi maka ancaman (bonus) demografi pada tahun 2025-2035 itu akan menjadi keuntungan sebab penduduknya sudah berada dalam kondisi yang berkualitas.
Sementara itu, keberadaan KMK diisi oleh dominan mahasiswa dan sejumlah alumni perguruan tinggi di Papua itu adalah anak muda yang merupakan kelompok masyarakat yang justru harus memiliki pengetahuan komprehensif tentang kesehatan seksual agar terhindar dari berbagai malapetaka.
[Nabire.Net]



Leave a Reply