INFO PAPUA
Home » Blog » Ibadah Perayaan Paskah IPMANAPANDODE JogLo

Ibadah Perayaan Paskah IPMANAPANDODE JogLo

(Ibadah Perayaan Paskah IPMANAPANDODE JogLo)

Jogja, Pelaksanaan Ibadah Perayaan Paskah Ikatan pelajar dan Mahasiswa Nabire, Paniai, Dogiyai dan Deiyai (IPMANAPANDODE) kota studi Yogya-Solo tahun 2021 telah dilaksanakan dengan penuh hikmah pada tanggal 9 April 2021 di halaman Asrama Dogiyai di Yogyakarta.

Pelayan yang ambil bagian dalam ibadah ini adalah WL : Habel Gobai, Matha Tenouye. MC adalah : Carolus Dogopia. Sedangkan Singersh adalah Marta Tenouye, Petornela Mote, Erik Tebai, Jeni Rumbewas. Pemain Melodi Yubal A. Nawipa, Pemain Bas Semi Dogomo, Pemain Guitar : Daniel Magai dan pemain Drum adalah Andi A. Ogetai.

Ibadah ini dilaksanakan dengan thema yang ditetapkan oleh Panitia Paskah adalah : “Hiduplah Dalam Kuasa Kematian dan Kebangkitan Kristus” yang terambil dari Matius 27 : 50-82 dan sub Thema : “Semangat Cinta Yesus Kebangkitan dan Kematian membawa dan Mengajarkan Kita Untuk Konsisten Kepada Jalan Kebenaran”.  Thema dan Sub Thema ini dibawah dalam kotbah oleh Pdt. Obeth Magai, S.Th. seperti berikut ini naskah kotbahnya. Naskha kotbah yang telah disampaikan dan dibagikan kepada seluruh hadirin adalah :

PENDAHULUAN

Kematian dan kebangkitan Yesus adalah dua peristiwa yang dialami oleh Tuhan Yesus dalam rangka membebaskan umat-Nya yang tertindas dalam kekuasaan iblis (dosa) dan kekuasaan penguasa agama Yahudi dan kekuasaan Pemerintahan Romawi pada waktu itu.

REFLEKSI RENUNGAN SUCI

  1. Kematian Yesus Adalah Satu-Satunya Jalan Yang Membebaskan Bangsa Yang Tertindas.

Satu jalan yang Yesus tempuh untuk menyelamatkan umat yang tertindas adalah melalui jalan via dolorosa. Jalan via dolorasa, secara harafiah adalah jalan kesengsaraan atau jalan penuh penderitaan. Ada 7 langkah yang Yesus lalui di  jalan via dolorosa untuk menuju kayu salib di bukit Golgota (kalvari) yaitu : langkah pertama adalah mulai dari taman Getzemani “Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya, Matius 26 : 37 – 38; Langkah ke dua : Setelah Yesus ditangkap, Yesus dibawah kepada Kayafas dan Majelis Yahudi, ketika itu mereka menutup mata-Nya berulag – ulang memperolokkan Dia, meludahi dan menampar Dia, Matius 26 : 67 – 68. Langkah ke tiga adalah Yesus dibelanggu dan diserahkan kepada Pilatus, wali negeri untuk diperiksa oleh Pilatus. Matius 27 : 1 -2. Langkah ke empat adalah Yesus disesahkan (dipukuli) dengan tali sambil memikul kayu salib, Matius 27 : 26; Langkah ke lima : Yesus dipakaikan jubah unggu dan diolok – olok, mengejek, memakotai tali duri di kepal-Nya Matius 27 : 28 – 30; Langkah ke enam : Balok salib yang berat itu diikatkan pada bahu-Nya, dan Dia pernah jatuh karena tubuhnya dianiaya, Matius 27 : 31; Langkah ke tujuh : Yesus disalibkan. Balok salib yang berat itu dirintangkan di Bukit Golgota dan Yesus dibaringkan di atasnya, kedua tanganya direntangkan di atas balok salib dan paku besi yang bersegi dipakukan melalui telapak tangan-Nya setelah itu Tuhan Yesus diangkat dengan bantuan tali, dan diatas kepala-Nya ditempelkan tulisan Inilah Raja Orang Yahudi, Matius 27 : 35 – 36.

Tuhan Yesus telah digantungkan dalam keadaan yang menyedihkan, berlumuran darah, penuh dengan luka, orang – orang yang lewat di situ menghujat Dia, Matius 27 : 39. Yesus mengucapkan “Elloi – Elloi, Lama Saba Tani pada jam 3 sore, Matius 27 : 46. Kata terakhir Yesus ucapkan di kayu salib :  “Sudah selesai”, Matius 27 : 50. Orang-orang yang menyalibkan Yesus ini menganggap bahwa pembunuhan Yesus dalam rangka upaya penegakkan hukum mereka telah berhasil dan selesai dengan adanya penyaliban dan kematian Yesus di kayu salib. Kita membuka diri dan menyerahkan hidupnya kepada Tuhan Yesus yang telah mati untuk menebus dosa kita. Sebab hanya di dalam Yesus sajalah memperoleh keselamatan dan kehidupan yang kekal dalam kerajaan-Nya yang abadi. Yesus berkata : ”Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Yohanes 14 : 6).

Golongan orang yang tertindas adalah orang-orang yang mengalami ketidakadilan atas pekerjaan dan nasib hidupnya. Perbuatan ketidakadilan itu biasanya dilakukan oleh orang-orang yang punya kepentingan kekayaan, kepentingan kekuasaan. Demi menguasai kekayaan dan mempertahankan kekuasaan, berbagai upaya dilakukan secara terencana, tersistim, terukur dan terstruktur.

Yesus telah datang untuk membebaskan kita orang lemah secara rohani dan juga secara jasmani, sebagaimana yang kita percaya dan yakini akan pola pelayanan Yesus di dunia ini, baik sebelum Dia disalibkan maupun sesudah kebangkitan-Nya. Kematian-Nya di kayu salib hanya karena kelemahan kita, dan membebaskan kita dari ikatan belenggu dosa yang dipengaruhi oleh iblis dan perbuatan belenggu dosa penguasa yang menindas kita yang lemah.

Dalam bangsa ini, masih banyak rakyat yang miskin yang tertindas, negara harus membuka tangan dan mulut lebar-lebar untuk membebaskan yang tertindas dalam kemiskinan di negeri ini, (Ulangan 15 : 11; Mazmur 76 : 9). Ini harus dilakukan sebelum Tuhan yang bertindak untuk membalas kepada orang-orang yang menindas orang miskin. Bukalah mulutmu dan ambillah keputusan secara adil dan berikanlah keadilan kepada yang tertindas dan miskin hak mereka (Amasal 31 : 9). Sebab, Allah sedang bertanya : Mengapa kamu menyiksa umat-Ku dan menganiaya orang-orang tertindas? Demikianlah firman Allah semesta alam (Yesaya 3 : 15). Sebab Dia yang membalas penumpahan darah, ingat kepada orang-orang yang tertindas, teriakan mereka tidaklah dilupakan-Nya, (Mazmur 9 : 12; 119 : 107; 140 : 12). Doa, air mata dan tetesan darah orang tertindas itu sudah sampai di hadapan Tuhan, maka Ia akan menjawab tepat pada waktu-Nya dan bisa juga Allah memurkai atas penguasa negeri yang tidak membebaskan rakyat yang miskin dan bangsa ini akan sulit mengatasi, sulit menemukan jelan keluarnya, sebab sesuatu musibah atau hal lain yang terjadi adalah atas izin dari Tuhan. Kalau itu datang dari dunia, musibah, tentu bisa menemukan resep, konsep, obat yang bisa mengatasi.

Perayaan paskah beberapa tahun terkahir ini, di beberapa tempat, umat Tuhan di tanah Papua melakukan dalam kondisi ketakutan, kehilangan harapan hidup, perayaan paskah di lakukan dihutan-hutan, karena pengungsian. Kita sedang merayakan Paskah tahun ini dalam suasana yang penuh penderitaan, penuh dengan penumpahan darah orang yang tak bersalah, pengintimidasian, penindasan, pembunuhan, perampasan dan lain-lainnya. Karena itu, melalui perayaan paskah yang diselanggarakan oleh Ikatan pelajar dan Mahasiswa Nabire, Paniai, Dogiyai dan Deiyai di Yogyakarta Solo pada hari ini, Jumat 9 April 2021, kita semua sadari bahwa kita ada di jalan via dolorosa, jalan penderitaan. MARI!…., kita semua membuka diri untuk selamatkan diri dari hal-hal yang membelanggu kita dalam kuasa iblis, membuka diri dan membebaskan dari kebiasaan kita yang tidak bermanfaat bagi kehidupan kita di dunia ini.

Dalam paskah tahun ini, kita memohon pertolongan Tuhan Allah dalam nama Yesus  seperti kata-kata yang diucapkan oleh Daud : “Bangkitlah, TUHAN! Ya, Allah, ulurkanlah tangan-Mu, janganlah lupakan orang yang tertindas. Aku sangat tertidnas, ya TUHAN, hidukanlah aku sesuai dengan firman-Mu. Aku tahu, bahwa TUHAN akan memberi keadilan kepada orang tertindas, dan membela perkara orang miskin Mazmur 10 : 12;  119 : 107; 140 : 13).

  1. Kemenangan Yesus di Ujung Jalan Via Dolorosa

Di ujunga jalan via dolorosa yang Yesus menempuh, ada kemenangan-Nya. Kemenangan Yesua di ujung jalan via dolorosa adalah :

  1. Adanya Kode Alam

Kebiasaan kematian orang ternama di tanah Papua sering disertai dengan kode alam. Seperti : guntur, kilat, mendung, tumbang pohon dan tanda lainnya. Kematian Yesus pun sama karena Dia adalah Tuhan pencipta semesta alam. Kode alam yang terjadi sebagai tanda kenenangan-Nya adalah terjadi “kegelapan meliputi seluruh daerah itu mulai dari jam 12 siang sampai jam 3 sore (Lukas 23 : 44, 45a). selanjutnya, tanda lain adalah tabir bait Allah terbelah dua dari atas sampai ke bawah akibat dari gempa bumi. Dan kuburan-kuburan pun terbuka dan banyak orang kudus yang telah meninggal bangkit dan berpindah ke alam Firdaus, ( Matius 27 : 50 – 54).

  1. Ada kebangkitan Yesus setelah kematian-Nya.

Kematian Yesus di kayu salib bukan gagalnya perjuangan pembebasan umat yang tertindas. Yesus telah kalahkan maut dan menang atas maut, lalu bangkit dari antara orang mati. Kebangkitan-Nya dibuktikan dengan beberapa tanda, yaitu batu besar yang menutup pintu kubur Yesu terguling, digulingkan, (Lukas 24 : 2). Ada gempa bumi yang ke dua (gempa susulan), gempa kali ke 2 ini dikatakan gempa yang dasyat saat Yesus bangkit dari kematian-Nya. Sebab seorang malaikat Tuhan turun dari langit datang ke batu itu dan menggulingkannya batu itu lalu duduk di atas batu itu,  (Matius 28 : 2).

Kemenangan Yesus dari kematian-Nya itu membuat para pihak yang menyalibkan-Nya itu diselimuti dengan kekuatiran dan rasa kegelihan hati, jangan sampai pada hari ke   3 itu Yesus bangkit. Maka mereka menempatkan serdadu (tentara) di kuburan-Nya untuk dijaga. Kekuatan militer ini tidak berhasil dalam tugasnya, sebab Yesus yang berkuasa di bumi dan di surga. Kebangkitan Yesus terjadi dan beberapa orang petugas penjaga di kuburan itu datang membawa laporan kepada imam-imam kepala, maka para imam dan kepala ahli taurat menjadi malu di muka publik.

Untuk memutarbalikan fakta kebangkitan Yesus yang adalah berita kebenaran, mereka menggunakan uang yang nilainya besar membayar kepada serdadu atau militer yang bertugas jaga kuburan Yesus, agar berita kebangkitan Yesus dirubah bahasanya : “Kamu harus  mengatakan bahwa murid-murid-Nya datang malam-malam dan mencuri-Nya ketika kamu sedang timur. Soal pertanggung jawaban berita ini kepada wali negeri , kami akan berbicara dengan dia sehingga kamu tidak beroleh kesulitan apa-apa”. Para militer itu menerima uang dan berbuat seperti yang dipesankan kepada mereka, (Matius 28 : 11 – 15).

Sesuatu yang benar adalah Kebenaran. Kebenaran tidak bisa diputarbalikan dengan kebohongan demi kepentingan tertentu. Walau pun kebenaran itu diputarbalikan dengan kekuatan uang, dengan kekuatan kekuasaan dan dengan kekuatan militer, kebenaran tetap akan teruangkap. Berhubungan dengan aksi penolakan rasisme di seluruh eleman rakyat Papua pada tanggal 19 Agustus 2019 di Kantor Gubernur Papua, Lukas Enembe, Gubernur Provinsi Papua mengatakan secara lugas, jujur, dan tegas, ke istana atau publik bahwa Otsus dihentikan dan rakyat Papua tuntut kemerdekaan. Apa yang disampaikan Lukas adalah hal yang benar berdasarkan suara rakyat adalah suara Tuhan, maka berbagai cara ditempuh untuk menghabisi Lukas atau salibkan Lukas dalam suasana perayaan Paskah tahun 2021 hingga pengobatannya pun dipermasalahkan (Viktor Yeimo, Nirmeke.com, tanggal 3 April 2021).

Hidup di jalan via dolorosa memang berat, namun Yesus  telah bangkit, maka kuasa kebangkita-Nya menjadi kekuatan bagi kita umat-Nya yang lemah, tidak kuat, tidak mampu, mempunyai keterbatasan dalam hidup kita semua. Jika kita tahu hal yang sedang memberatkan dalam hidup kita, pasti ada juga muncul pertanyaan baru lagi dalam diri kita. Pertanyaan yang bisa muncul dalam diri kita adalah :

  • Dari manakah akan datang pertolongan?

  • Dari siapakah yang akan menolong kita?

  • Mazmur 121 : 1-2 (aku melayangkan mataku ke gungung – gunung, dari manakah akan datang pertolonganku? Pertolonganku ialah dari TUHAN yang menjadikan langit dan bumi)

  • Kapankah akan berakhir hidup kita yang berat ini ?

Pertolongan Tuhan tidak pernah terlambat. Tuhan pasti dekat kepada kita yang sabar dalam keadaan yang berat, susah, sakit, duka. Sebab tidak selamanya Tuhan ijinkan hidup yang seberat ini terjadi dalam hidup kita umat-Nya. Sebab Yesus berkata kepada kita  : “Marilah kepada-Ku semua yang berbeban berat, Aku akan memberikan kelegaan kepadamu”, Matius 11 : 28. Kita orang Papua merayakan paskah beberapa tahun terakhir dalam keadaan yang tidak aman, penuh dengan penghinaan, penuh dengan tangisan air mata dan tetesan darah.

  • Apa yang kita lakukan kepada Tuhan Yesus yang telah mati dan bangkit bagi kita? Bisakah luput atau mendapat suatu kelepasan dari beban berat yang kita alami ini ?

  • Kita serahkan segala beban yang kita sedang pikul kepada Tuhan, maka Ia akan bertindak, Mazmur 37 : 5-8. Kita belajar dari pengalaman tokoh-tokoh orang yang beriman yang ada dalam alkitab, seperti yang ditulis dalam Ibrani 11:1-40; 12 : 1-2.

  • Laporkan keadaan krisis hidup kita kepada Tuhan, seperti yang tertulis dalam kitab Ratapan 5 : 1-22 : “Ingatlah, ya TUHAN, apa yang terjadi atas kami, pandanglah dan lihatlah akan kehinaan kami, milik pusaka kami beralih kepada orang lain, rumah-ruman kami kepada orang asing, kami menjadi anak yatim, tak punya bapa,..air kami kami minum dengan membayar, kami mendapat kayu dengan bayaran, kami dikejar dekat-dekat…,pemimpin-pemimpin kami digantung oleh tangan mereka, para tua-tua tidak dihormati…mengapa Engkau melupakan kami selama-lamanya, meningggalkan kami demikian lama?…atau, apa Engkau sudah membuang kami sama sekali? Sangat murkakah terhadap kami?

Jangan kita lupa berdoa dalam mengahadapi beban dan tekanan hidup. Ada beberapa jaminan jawaban atas doa yang dijanjikan Tuhan :

  • Jika kita meminta sesuatu dalam nama Tuhan Yesus, Ia akan melakukannya, Yohanes 14 :14

  • Jika kita berseruh kepada Tuhan, maka Ia akan menjawab dan memberitahukan hal-hal yang kita tidak pahami, Yeremia 33:3

  • Mintalah, maka akan diberikan, carilah maka akan mendapat, ketoklah maka pintu akan dibukakan, Matius 7 : 7-8

  • Dan ayat – ayat lakitab lainnya.

  • Kuasa Kebangkitan Yesus, membangkitkan semangat juang kita, hidup baru dalam Tuhan untuk bangkit Papua baru.

Ibadah perayaan Paskah ini juga telah disi dengan lagu-lagu merdu dari setiap Paguyuban, dan group lainnya kemudian dengan sebuah prakmen yang dibawakan oleh IPMADE.

Akhir dari ibadah ini dilanjutkan dengan sambutan  atau kesan dan pesan Perayaan paskah oleh masing-masing Paguyuban Ikatan (IPMANAPANDODE, IPMANAB, IPAMANAPAN, IPMADO dan IPMADE secara bergantian dan penyerahan hadia piala kepada pemenang bola volli putra dan putri. Pemenang hadiah bola volli putra juara I diraih oleh IPMAPAN, juara II diraih oleh group Umagi dan juara III diraih oleh Mahasiswa angkatan tahun 2013. Sedangkan pemenang juara bola volli putri : juara I diaraih oleh STIKES (sekolah tinggi Ilmu Kesehatan) Yogyajarta, juaran II diraih oleh Boven Digul dan juara III di raih oleh Umagi. selanjutkan diakhiri dengan makan bersama.

[Nabire.Net/Ones Yobee]



Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.