INFO PAPUA
Home » Blog » Memasyarakatkan Penelitian Arkeologi Situs Perang Dunia II Sarmi Kepada Guru & Siswa

Memasyarakatkan Penelitian Arkeologi Situs Perang Dunia II Sarmi Kepada Guru & Siswa

(Memasyarakatkan Peneliatian Arkeologi Situs Perang Dunia II Sarmi Kepada Guru & Siswa)

Jayapura – Rumah Peradaban Situs Perang Dunia II Sarmi berlangsung pada 9 September 2020 oleh Balai Arkeologi Papua didukung oleh Asosiasi Guru Sejarah Indonesia (AGSI) Provinsi Papua, IAAI Komda Sulawesi Maluku dan Papua (Sulampapua) dan Nabire Net.

Salah satu tujuan kegiatan ini yaitu memasyarakatkan hasil penelitian arkeologi dan situs-situs Perang Dunia II Sarmi kepada siswa sekolah dan guru pendamping melalui media daring.

Kegiatan ini diikuti oleh siswa SD, SMP dan SMA, SMK yang ada di Kabupaten Sarmi. Acara ini dipandu oleh Harjuni Serang, ketua AGSI Provinsi Papua.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sarmi, Drs. Sergius Nita, M. Si dalam kata sambutannya sangat mengapresiasi kegiatan Rumah Peradaban Balai Arkeologi Papua yang melibatkan siswa dan guru di Kabupaten Sarmi.

Sergius berharap kegiatan ini tidak hanya sekali ini saja tetapi dapat dilaksanakan juga untuk tahun depan dengan melibatkan lebih banyak sekolah dengan bertatap muka langsung. Selain itu, ia juga berharap perlunya penulisan lebih banyak lagi buku-buku pengayaan berkaitan dengan sejarah Perang Dunia II Sarmi.

Kepala Balai Arkeologi Papua, Gusti Made Sudarmika mengatakan sangat senang di tengah keterbatasan akses internet di Kabupaten Sarmi, acara Rumah Peradaban Situs Perang Dunia II Sarmi berlangsung dengan baik. Hal ini dibuktikan dengan sangat antusiasnya siswa dan guru pendamping mengikuti lomba-lomba yang dilakukan secara daring. Lomba-lomba ini yaitu lomba vlog, cerita pendek, menyanyi lagu perjuangan dan lomba artikel ilmiah popular.

(Kepala Balai Arkeologi Papua, Gusti Made Sudarmika)

Ketua panitia kegiatan, Apridio Edward Katili mengatakan sebagai bentuk apresiasi kepada sekolah yang telah mengikuti kegiatan Rumah Peradaban, maka Balai Arkeologi Papua akan memberikan alat peraga pendidikan berupa baner dan film dokumenter Ssitus-situs Perang Dunia II di Papua serta buku pengayaan, yang kesemuanya akan diantarkan langsung ke sekolah.

(Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sarmi, Drs. Sergius Nita, M.Si)

[Nabire.Net/Hari Suroto]


Post Related

Leave a Reply

Your email address will not be published.