John Gobai : Pengobatan Alternatif Mesti Diberi Ruang di Rumah Sakit

Nabire – Pengobatan alternatif sering menjadi rujukan bagi sebagian pasien di Papua, pengobatan alternatif adalah doa, ramuan-ramuan dan terapi.
Kita sering jumpai pengobatan alternatif asal China banyak di kota-kota di Papua. Lalu bagaimana dengan mereka yang memiliki karunia dalam mengobati orang sakit di Papua ?
Firman Tuhan di Yakobus Yakobus 5:14-16 mengatakan, kalau ada seorang di antara kamu yang sakit, baiklah ia memanggil para penatua jemaat, supaya mereka mendoakan dia serta mengolesnya dengan minyak dalam nama Tuhan. Dan doa yang lahir dari iman akan menyelamatkan orang sakit itu dan Tuhan akan membangunkan dia; dan jika ia telah berbuat dosa, maka dosanya itu akan diampuni. Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.
Kondisi Riil
Dalam masyarakat tidak bisa dibantah ada pengobatan alternatif. Tidak hanya oleh penatua jemaat, pendeta, pastor tetapi juga oleh orang tertentu dalam masyarakat yang mendapat karunia untuk penyembuhan, yang benar-benar dari Tuhan, yang diperoleh secara cuma-cuma melalui doa dan puasa atau penglihatan, dan mereka dapat menyembuhkan orang sakit, mengusir roh jahat dalam diri manusia, dan lain sebagainya.
Selama ini, kita hanya menjumpai pengobatan alternatif asal negeri China seperti Sinshe, Akupuntur dan lain sebagainya. Lalu bagaimana dengan mereka yang lain yang memang ada dalam masyarakat dapat menjadi tabib atau dokter sama dengan Tuhan Yesus dan mengetahui tanaman-tanaman obat yang dapat menyembuhkan orang sakit ?
Penutup
Doa adalah salah satu pengobatan alternatif bersama dengan ramuan-ramuan. Doa dengan iman adalah hal yang paling utama. Sayangnya pengobatan alternatif selama ini belum diberikan ruang dan tempat yang layak sebagai bagian tak terpisahkan dari rumah sakit, padahal mestinya daerah bisa memberi ruang yang layak bagi orang yang memperoleh karunia dari Tuhan sebagai Tabib.
*Penulis : John NR Gobai
[Nabire.Net]





Tinggalkan Komentar