INFO PAPUA
Home » Blog » Hingga Saat Ini Abepura Masih Mencekam Pasca Rusuh Senin Siang, Warga Organda Mengungsi, Personil Gabungan TNI/Polri Disiagakan

Hingga Saat Ini Abepura Masih Mencekam Pasca Rusuh Senin Siang, Warga Organda Mengungsi, Personil Gabungan TNI/Polri Disiagakan

4

Ratusan Warga Yang didominasi ibu-ibu, selasa tadi (09/06) mendatangi Kantor Gubernur Papua untuk meminta pertanggungjawaban dan perhatian pemerintah akibat rumah mereka hancur dalam rusuh yang terjadi senin siang (08/06) di Kompleks Organda Padang Bulan Jayapura Papua.

Menurut warga, mereka merasa tidak tenang dan dihantui rasa takut akibat kejadian ini. Warga Organda menginginkan Gubernur bersama para pejabat tinggi lainnya seperti Kapolda, Pangdam, Wali Kota, Dandim, Kapolresta, juga kepala suku dari kedua kelompok yang terlibat bentrok, tokoh adat, tokoh masyarakat dan tokoh agama untuk membuat kesepakatan, agar ke depan tidak lagi terjadi bentrok yang berujung kematian.

Warga juga meminta pemerintah membantu pos keamanan gabungan TNI Polri di wilayah perumahan Organda.

Kelompok atau individu yang tidak mempunyai identitas jelas harus keluar dari perumahan organda, Jangan ada lagi pemukiman liar selain perumahan warga di sekitar pegunungan organda.

56

Selain itu, warga juga meminta identifikasi jelas penghuni asrama kos kosan di sekitar perumahan Organda, sementara kepada aparat kepolisian harus menindak tegas aksi pemalangan, premanisme yang tidak bertanggung jawab di lingkungan Organda, lalu untuk tuan tanah tidak boleh menjual tanah sembarangan kepada orang yang tidak jelas karena akan berpotensi konflik sosial.

3

Hingga saat ini situasi di Abepura cukup mencekam, ratusan warga di tiga RT Perumahan Organda yang terletak di Kelurahan Abepura, Distrik Heram, Kota Jayapura, Papua masih mengungsi. Sehari sebelumnya, lebih dari 50 warga yang bermukim di perbukitan menyerang Perumahan Organda.

Ratusan warga menutup akses ke Perumahan Organda di Jalan Abepura, Papua. Akibatnya, mahasiswa Universitas Sains dan Teknologi Jayapura tidak dapat masuk ke kampus karena jalan itu juga akses ke perguruan tinggi tersebut. Jalan tersebut pun sempat lumpuh.

Kapolresta Jayapura AKB Jeremias Rontini menuturkan, polisi dan TNI masih menjaga lokasi kejadian penyerangan warga. Ada 250 personel gabungan yang disiagakan menjaga lokasi tersebut untuk menghindari hal-hal tidak diinginkan.

Dandim 1701/Jayapura, Letkol Inf Yoyok Pranoyo mengungkapkan anggotanya siap untuk mem-back up agar tidak terjadi permasalahan lebih panjang lagi, supaya tidak saling serang lagi. Ada tiga titik di lokasi kejadian yang dijaga pascapenyerangan kelompok warga tersebut.

Post Related

Leave a Reply

Your email address will not be published.