Kapolda Papua Irjen Pol Yootje Mende mengatakan, pihaknya sudah membentuk tim untuk menyelidiki konflik antara anggota Brimob dengan TNI di Pirime, Kabupaten Lanny Jaya.
“Saya sudah membentuk tim, bahkan ini hari saya memimpin langsung tim ke Wamena, kemudian ke Pirime, Kabupaten Lanny Jaya, untuk mendengar langsung hingga timbulnya insiden baku tembak antara kedua aparat keamanan yang bertugas di Pirime,” kata Irjen Pol Mende, Selasa.
Kapolda mengungkapkan kasus yang menyebabkan satu anggota TNI yakni Letda Inf Ali mengalami luka tembak di bagian paha akibat kesalahpahaman saat sweeping dilaksanakan. Letda Inf Ali sendiri saat ini sudah ditangani di RSUD Tiom
Dari laporan yang diterima terungkap insiden itu terjadi saat sweeping digelar di ruas jalan Pirime yang berlokasi di depan Polsek Pirime, melintas truk membawa kayu dari arah Wamena yang ditumpangi Pratu Pius, anggota Yon 756.
Saat hendak diperiksa, anggota yang berpakaian preman sempat mengaku kalau dirinya anggota namun tetap dibentak sehingga Pratu Pius langsung lari ke pos dan melaporkan insiden yang dialaminya. Tak lama kemudian terdengar bunyi tembakan ke arah Polsek Pirime sehingga dibalas anggota polisi.
Ditegaskan Kapolda, apapun penyebabnya, selaku pimpinan polisi di lingkungan Polda Papua, saya memohon maaf kepada prajurit atas insiden tersebut. “Pada prinsipnya kasus tersebut akibat kesalahpahaman dan saat ini sudah didamaikan kembali setelah dandim dan kapolres ke pos Pirime,” tandas Mende.
Ketika ditanya tentang adanya anggota Brimob yang ditahan di pos Yon 756, Kapolda dengan tegas membantah informasi tersebut seraya menjelaskan, Bharada Andi Musa saat ini sudah berada di posnya. “Tidak benar ada anggota Brimob yang ditahan di pos TNI,” tandas jenderal polisi bintang dua itu.
Leave a Reply