Tarif Heli Tambah PAD Paniai
(Kepala Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Paniai. Drs. Weynand Antoh)
Pemilik jasa penerbangan helikopter mendukung kesepakatan pemberlakuan tarif transportasi udara ke lokasi pendulangan emas tradisional di sepanjang Kali Degeuwo, Kabupaten Paniai
Sebagai salah satu sumber pendapatan asli daerah untuk meningkatkatkan penghasilan bagi daerah, Bupati Paniai, Hengki Kayame, SH.MH telah berjanji akan segera tertibkan Degeuwo. Selain dengan membangun kantor satu atap di Nabire, juga mekarkan satu distrik di kawasan Degeuwo.
Bupati menilai, selama ini hasil kekayaan tambang Degeuwo tidak dirasakan masyarakat setempat. Emas terus dikeruk dan dibawa keluar daerah sehingga, kita akan tertibkan Degeuwo.
“Saya harap ada hasil bagi masyarakat dan pemerintah daerah untuk kawasan sektor pertambangan tradisiona di Degewo,” kata Hengki belum lama ini di Enarotali.
Untuk melanjutkan perintah Bupati, Asisten I Setda Paniai, Drs. Abdul Azis yang memimpin langsung pertemuan dengan para pengusaha jasa penerbangan helikopter belum lama ini di Nabire mengungkapkan, harapan sama. Abdul yakin, hasil negosiasi dengan para pengusaha angukatan penerbangan itu akan berbuah baik di kemudian hari.
“Pertemuan yang dilakukan itu mencari kesepakatan atau kesepahaman antara Pemda Paniai dan Pengusaha heli agar dapat menentukan tarif bersama sama sesuai aturan yang berlaku.
Abdul menambakan, Kebijakan Pemkab Paniai mewajibkan para pengusaha helikopter menyetor kewajibannya tak lain adalah dalam rangka penertiban, dan sekaligus bagian dari upaya menggali pendapatan asli daerah.
Salah satu pengusaha heli. Mulyadi dari Dimonim Air mengatakan, tak keberatan dengan keputusan tersebut. Pihaknya dan beberapa perusahaan penerbangan yang memiliki kepentingan di wiyah hukum Paniai, siap dukung program pemerintah Kabupaten Paniai ini.
“Sebagai warga negara yang taat kepada undang undang yang berlaku di negara ini, kami dari pengusaha siap memberikan kewajiban kami kepada negara.” Kata Mulyadi
Kepala Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Paniai. Drs. Weynand Antoh, Msi menyatakan, sudah ada kesepakatan mengenai tarif penerbangan heli ke Degeuwo. Setoran sekali terbang antara Rp300 ribu sampai Rp600 ribu. Tergantung kapasitas muat helikopter. Kalau berkapasitas besar dikenakan Rp600 ribu, dan untuk penerbangan berkapasitas kecil Rp300 ribu.
Menurut Weynand, kesepakatan itu dilakukan antara pemerintah Kabupaten Paniai dengan empat perusahaan Helikopter yang ber-home base di Nabire, yakni masing-masing PT. Dimonim Air, PT. Wira, PT. Satria Helikopter, dan PT. Gatari. Mereka ini menyatakan sepakat pada saat pertemuan di Rumah Makan Selera Nabire, belum lama ini.
“Sekarang telah dipungut hasil kesepakatan yang dilakukan sejak pertengahan bulan juni lalu. Jadi, ada beberapa staf yang telah kami tugaskan di Nabire.Mereka telah menjalankan tugas, memungut tarif angkutan heli pada hari Senin, Kamis dan Sabtu,” tuturnya.
Kepala Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Paniai. Drs. Weynand Antoh, Msi menambahkan, hingga sampai saat ini tarif yang dipungut dari sektor jasa angkutan udara itu paling tidak ada hasilnya demi menambahkan pendapatan asli daerah.
“Kami mulai pungut sejak pertengahan bulan Juni 2014. Dan saat ini hasil cukup baik ada sekitar Rp. 60.000.000, (enam puluh juta rupiah) yang telah dihasilkan selam satu bulan terakhir ini yakni di bulan Juni hingga juli.
Kata Weynand, Uang yang dihasilkan dari jasa tarif angkutan ke Degewo tersebut langsung di setor ke kas daerah. Dia Optimis, dari sektor pendapatan transportasi udara itu dapat menambah pendapatan asli daerah Kabupaten Paniai lebih baik lagi.
Sebelumnya, Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Paniai merosot lebih dari 50 persen dalam kurung waktu lima tahun, yaitu sejak 2008 – 2013. PAD Paniai turun hingga Rp 6 miliar. Sebelum 2008, pendapatan per tahun Pania capai Rp 14 miliar.
Merosotnya PAD itu disebabkan belum adanya peraturan daerah yang mengikat selama lima tahun tersebut.Pemerintah melalui DPRD Paniai telah menetapkan 16 Perda tentang pajak dan retribusi pertegahan 2013. Namun, Perda tersebut tak dapat diterapkan dalam tahun kemarin dikarenakan peraturan itu belum sampai ke Dinas Pendapatan Daerah Paniai.
Melihat kondisi tersebut duet kepemimpinan Bupati Hengki Kayame dan Wakil Bupati Yohanis You, yang baru satu tahun ini memimpin, memberi perintah kepada Dinas Pendapatan Daerah Paniai agar dapat meningkatkan PAD dari segala sumber daya yang ada.
Saat ini Dispenda Kabupaten Paniai tengah berupaya menggenjot Pendapatan asli daerah guna meningkatan pendapatan daerah Kabupaten Paniai yang merosot. Tak hanya di lokasi pertambangan emos Degewo namun, di Kabupaten seperti di Kota Enarotali dan Madi Dispenda tengah berupaya membidik beberapa obyek. obyek sumber pendapatan itu seperti angkutan darat dari Nabire ke Enarotli, Dalam kota yakni enaro – Madi, Enarotali – Wagethe, Kios, Toko, Perusaahan yang lain, sehingga dapat memberikan Income bagi daerah.
(Natan Pigai)



Leave a Reply