INFO PAPUA
Home » Blog » Masa Jabatan Pangdam Cenderawasih , Mayjen TNI Christian Zebua Akan Segera Berakhir

Masa Jabatan Pangdam Cenderawasih , Mayjen TNI Christian Zebua Akan Segera Berakhir

9

Mayjen TNI Christian Zebua mengaku tidak lama lagi ia akan mengakhiri masa tugasnya sebagai Panglima Kodam XVII/Cenderawasih yang membawahi Provinsi Papua dan Papua Barat.

“Informasinya 26 September nanti, tapi saya belum berhenti bekerja,” ujarnya ketika menjelaskan jadwal serah terima jabatan Pangdam Cenderawasih, pada pertemuan tatap muka dengan wartawan Jayapura, Papua, Jumat (19/9).

Namun, sebelum masa tugasnya berakhir, Christian akan menghadiri undangan ke Manokwari, Papua Barat, sebagai salah satu pembicara dalam pertemuan tatap muka.

Informasi yang dihimpun Antara, Christian sudah mengantongi Keputusan Panglima TNI Nomor: Kep/643/IX/2014 tanggal 5 September 2014, tentang pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan TNI.

Mayjen TNI Christian Zebua dimutasi menjadi Staf Khusus KSAD, dan akan digantikan oleh Mayjen TNI Fransen G Siahaan yang sebelumnya menjabat Panglima Divisi (Pangdiv) I Kostrad.

Ayah dari Andani Zebua, Maranatha Zebua dan Satria Zebua itu bertugas menjadi Pangdam Cenderawasih sejak dua tahun lalu. Selama masa tugasnya, ia mengedepankan pendekatan keagamaan, budaya dan kesetaraan dalam menghadapi masalah di wilayah itu.

“Dalam bertugas, saya lebih mengutamakan pendekatan agama, budaya dan kesetaraan. Tetapi jika ada yang menentang senjata dan melawan, akan saya tumpas,” kata putra daerah Sumatera Utara yang berasal dari Pulau Nias ini.

Mantan Kadispen TNI itu juga menyampaikan pertama kali bertugas sebagai pimpinan di Kodam Cenderawasih, ada sejumlah hal yang dipelajarinya untuk memuluskan metode pendekatannya itu.

Diantaranya mempelajari masalah internal di dalam Kodam Cenderawasih, bagaimana sikap prajurit di lapangan kepada masyarakat, soliditas prajurit dan bagaimana publikasi semua kegiatan membantu masyarakat.

Dari sisi eksternal, ia mempelajari kelompok berseberangan atau beda paham yang angkat senjata dan suarakan referendum, membangun kepercayaan masyarakat kepada TNI dan negara, tingkatkan kesejahteraan, keadilan dan efektivitas pemerintah.

“Termasuk, saya langsung meminta maaf lewat media kepada masyarakat Papua akibat pendahulu-pendahulu saya yang berbuat kekerasan,” katanya.

Suami dari Ina Andani Zebua itu juga mengatakan selama bertugas di Papua, banyak suka dan duka yang dialaminya.

Itu sebabnya, ia tertarik untuk menulis buku dengan judul “Strategi Penanganan, Gangguan Keamanan Gerakan Separatis Papua.” “Buku ini rencanannya akan saya ‘launching‘ saat serah terima jabatan dalam waktu dekat ini. Buku ini saya tulis sendiri, bagaimana menangani sejumlah masalah di Papua,” katanya sambil menunjukkan buku bersampul hijau.

Christian yang bergelar S2 Magister Manajemen itu, terhitung berdinas di TNI AD sejak 1980, sebelumnya pernah bertugas sebagai Danrem 171/PVT Biak pada 2005 sebelum menjadi Pangdam Cenderawasih.

Anak dari pasangan Faogonasokhi Zebua dan Yulia Zebua itu juga pernah menjadi Dandim 0203/Langkat pada 1999, Danpusterad pada 2007, Kadispenad pada 2008, Waaslog Kasad pada 2010 dan pengajar di Lemhannas RI pada 2011.

“Saya juga oleh masyarakat Nias ditawarkan untuk menjadi Gubernur Nias karena dalam waktu dekat ini, jika Tuhan berkehendak akan menjadi daerah otonom provinsi baru,” katanya.

Post Related

Leave a Reply

Your email address will not be published.