Pekan Kelambu telah dicanangkan oleh pemerintah Indonesia melalui Kementrian Kesehatan yang telah bekerja sama dengan Global Fund untuk eliminasi malaria pada tahun 2015. Secara kesuluruhan untuk seluruh Papua sudah dijalankan dari pekan lalu dan dibuka di Jayapura.
Kabupaten Dogiyai merupakan salah satu kabupaten yang dimasukan oleh Kementerian Kesehatan untuk eliminasi malaria.
Kepala Bidang Pencegahan Penanggulangan Penyakit Menular (P2M), Dinas Kesehatan Kabupaten Dogiyai, Kristianus Tebai menjelaskan, Kabupaten Dogiyai sudah mendapatkan kelambu sebanyak 10 truk.
“Untuk pendistribusian, kami akan pusatkan lima Puskesmas dari 11 Puskesmas yang ada, yakni Puskesmas Unito, Puskesmas Apouwo, Puskemas Bomomani, Puskesmas Moanemani dan Puskemas Puweta,” kata Kristianus Tebai, di Nabire, Minggu, (31/08/14).
Untuk enam Puskesmas yang lain, kata Kris, tetap akan dibagikan lagi, karena ia yakin, stok masih banyak.
Ia mencontohkan, untuk Puskesmas Moanemani, 12 ribu orang dan rumah layak huni yang akan mendapatkan kelambu sekitar 1.000 rumah. Kalau masih ada sisa stoknya, akan dibagikan ke Puskesmas Idakebo.
Kata Kristianus Tebai, awalnya tiap kepala Puskesmas ajukan data rumah layak huni yang akan mendapatkan kelambu, sehingga sesuai data itu dari dinas akan diserahkan kepada tiap kepala Puskesmas untuk dibagikan kepada masyarakat.
Langkah awal, menurut dia, sosialisasi kepada semua kepala Puskesmas yang ada selama dua hari, Senin-Selasa (1-2/09/14) besok. Mulai hari Rabu (3/09/14) akan disalurkan kepada masyarakat melalui pengobatan massal di tiap Puskesmas.
Untuk pendistribusian, kata Kristianus Tebai, akan didistribusikan kepada masyarakat melalui setiap kepala Puskemas sejak Rabu (3/09/14) nanti.
Pendistribusian kelambu, tambah Tebai, akan digabungkan dengan beberapa program, yakni pengobatan massal, diantaranya Imunisasi pada semua orang dan TT (khusus wanita usia subur), pemeriksaan HIV, malaria, ibu hamil, bayi Balita, juga pemberian obat cacing.
“Saat kami jalankan pengobatan massal di setiap Puskesmas, kami akan bagikan kelambu kepada masyarakat,” imbuhnya.
Kris optimis, selama bulan September nanti sudah dibagikan kepada semua masyarakat.
Hanya saja, ia persoalkan data yang penduduk yang selama ini tidak jelas. Karena menurut data dari Dinas Kesehatan, data penduduk yang sebenarnya di kabupaten Dogiyai sekitar 80-an ribu, tetapi sangat melambung jauh dalam Pemilihan Legislatif dan Pilpres 2014.
“Pendistribusian kelambu untuk rumah layak huni, memang harus punya data yang jelas dari lapangan. Kemarin saat pemilihan (Pileg maupun Pilpres, red) sangat jauh dari data masyarakat yang ada di Kabupaten Dogiyai,” katanya.
Leave a Reply